MASAKINI.CO – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menegaskan penguatan ekosistem halal sebagai fokus utama dalam rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peluncuran Zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat) sebagai bagian dari pembangunan rantai nilai halal di Aceh.
Kepala BI Aceh, Agus Chusaini, mengatakan penguatan ekosistem halal dilakukan melalui program Sharia Recovery yang mengintegrasikan sektor usaha dari hulu hingga hilir. “Penguatan ekosistem halal ini untuk mendorong terbentuknya rantai nilai halal yang terintegrasi sekaligus memperkuat ekonomi syariah di daerah,” ujarnya.
Zona KHAS yang diluncurkan menjadi yang pertama di lingkungan pendidikan di Aceh. Program ini dikembangkan bersama KDEKS, Universitas Syiah Kuala, dan UIN Ar-Raniry sebagai model kawasan kuliner halal yang terstandar.
Selain itu, BI juga mencatat sejumlah capaian selama rangkaian kegiatan, seperti pameran UMKM halal, penguatan bisnis berbasis syariah, hingga program wakaf produktif “Wakaffein”. Di sektor sertifikasi, sebanyak 25 juru sembelih halal (JULEHA) telah memperoleh sertifikat halal.
Agus menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Aceh sebagai pusat halal di Sumatera. Penguatan ekosistem halal dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada sistem konvensional sekaligus memperluas pasar ekonomi syariah.
Rangkaian Road to FESyar yang mencakup forum ekonomi dan berbagai kompetisi juga telah melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan sebagai upaya meningkatkan literasi ekonomi syariah.
FESyar 2026 resmi ditutup pada 28 April lalu. BI berharap hasil kegiatan ini menjadi dasar penguatan ekonomi syariah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Aceh.










Discussion about this post