MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Indonesia Ekspor Pupuk ke Australia Rp7 Triliun, Tanda Produksi Nasional Kini Surplus

Redaksi by Redaksi
15 Mei 2026
in Nasional
0

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (14/5/2026) | Foto: Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI. CO – Indonesia mulai memperkuat posisinya sebagai pemasok pupuk dunia setelah berhasil mengekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai kerja sama mencapai sekitar Rp7 triliun.

Ekspor tersebut menjadi tonggak baru industri pupuk nasional yang kini bertransformasi dari negara dengan persoalan pasokan pupuk menjadi negara dengan surplus produksi.

RelatedPosts

Menkomdigi: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

BI dan Bareskrim Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu

Kemendikdasmen Catat 400 Ribu Murid Berprestasi, Tegaskan SIMT Bukan Alat Pemeringkatan Sekolah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor perdana dilakukan melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama PT Pupuk Kalimantan Timur dari Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur.  Pada tahap awal, Indonesia melepas sebanyak 47.250 ton pupuk urea ke Australia dengan nilai sekitar Rp600 miliar.

“Rencana kita akan ekspor 250 ribu ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500 ribu ton,” ujar Amran, mengutip infopublik, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, total nilai kerja sama ekspor tersebut diperkirakan mencapai Rp7 triliun dan menjadi bagian dari penguatan kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G) antara Indonesia dan Australia.

Amran menilai keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat di pasar global. Ia mengatakan sejumlah negara lain juga mulai melirik pupuk produksi Indonesia, seperti India, Filipina, Brazil, hingga Bangladesh.

“Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500 ribu ton. Beberapa negara lain juga berminat meminta pupuk urea dari Indonesia,” katanya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Amran, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam membenahi tata kelola pupuk nasional, mulai dari distribusi hingga peningkatan kapasitas produksi.

Pemerintah sebelumnya menaikkan alokasi pupuk subsidi dari 4,55 juta ton menjadi 9,55 juta ton guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Selain itu, harga pupuk subsidi juga diturunkan hingga 20 persen tanpa menambah beban anggaran negara.

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia justru berhasil menurunkan harga pupuk subsidi dan menambah volumenya,” ujar Amran.

Pemerintah juga memangkas 145 aturan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat distribusi pupuk kepada petani.

Tak hanya itu, pemerintah saat ini tengah menjalankan tujuh proyek strategis industri pupuk nasional dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun. Modernisasi dilakukan dengan mengganti pabrik lama yang boros energi menjadi fasilitas baru yang lebih efisien sehingga biaya produksi pupuk dapat ditekan hingga 26 persen lebih rendah.

Pemerintah juga mulai mengembangkan proyek methanol nasional di Aceh dan Bontang guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri.

Amran menegaskan seluruh pembenahan sektor pupuk tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” tegasnya.

Tags: australiaEkspor pupukMentan AmranPupuk UreaSwasembada Pangan
Previous Post

Satpol PP-WH Banda Aceh Peringatkan Hotel dan Penginapan Jangan Fasilitasi Pelanggaran Syariat

Related Posts

Aceh, Pasca 20 Tahun Tsunami

Kelangkaan Pupuk Urea Berulang, Petani di Aceh Besar Kesulitan Penuhi Kebutuhan Tanam

by Riska Zulfira
25 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Petani di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, kembali menghadapi kelangkaan pupuk urea yang terjadi sejak awal masa tanam....

Pria Asal Australia Masuk Islam di Masjid Raya Baiturrahman

Pria Asal Australia Masuk Islam di Masjid Raya Baiturrahman

by Alfath Asmunda
31 Januari 2025
0

MASAKINI.CO - William Robert Mackay (29 tahun) pria asal Attadale, Australia, memutuskan memeluk agama Islam. Proses pensyahadatannya berlangsung di Masjid...

Danrem Lilawangsa Kerahkan Babinsa Jalani Misi Swasembada Pangan

Danrem Lilawangsa Kerahkan Babinsa Jalani Misi Swasembada Pangan

by Alfath Asmunda
6 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Komandan Korem (Danrem) 011 Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran mengerahkan para prajurit TNI di jajarannya untuk membantu masyarakat...

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co