MASAKINI.CO – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional memperkuat pembinaan talenta nasional lewat Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Murid. Hingga Mei 2026, lebih dari 400 ribu murid berprestasi di Indonesia telah terdata dalam sistem tersebut.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan SIMT menjadi pangkalan data nasional untuk mengidentifikasi dan memetakan talenta murid agar tidak ada potensi yang terabaikan.
“Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) menjadi pangkalan data nasional yang mengidentifikasi prestasi murid agar tidak ada talenta yang terlewat. Saat ini sudah sebanyak 400 ribu lebih murid berprestasi terdata di SIMT,” ujar Irene dalam keterangannya yang diterima media ini, Rabu (13/5/2026).
Data tersebut berasal dari hasil kurasi prestasi serta ajang-ajang talenta yang diselenggarakan Puspresnas.
Di tengah penguatan sistem tersebut, Kemendikdasmen juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait pemeringkatan prestasi perguruan tinggi dan sekolah yang dikaitkan dengan Puspresnas.
Irene menegaskan pihaknya tidak pernah menerbitkan maupun mengeluarkan ranking resmi perguruan tinggi ataupun satuan pendidikan seperti yang ramai beredar di ruang digital.
“Puspresnas tidak pernah menerbitkan maupun mengeluarkan informasi resmi terkait pemeringkatan prestasi perguruan tinggi dan satuan pendidikan sebagaimana yang beredar di media sosial dan media online,” katanya.
Ia meminta masyarakat lebih cermat memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kembali.
Menurut Irene, pemeringkatan perguruan tinggi umumnya dilakukan lembaga internasional seperti Times Higher Education dan QS World University Rankings. Sementara mutu sekolah biasanya mengacu pada asesmen nasional, akreditasi, dan indikator kinerja pendidikan lainnya.
SIMT sendiri dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data talenta murid secara terintegrasi, mulai dari pendataan peserta didik, pengelolaan ajang talenta, hingga pemantauan capaian prestasi.
Kemendikdasmen menilai digitalisasi sistem tersebut penting untuk mengurangi kendala administrasi manual, mempercepat verifikasi data, serta meningkatkan akuntabilitas program pembinaan talenta nasional.
Selain itu, SIMT juga digunakan untuk memetakan potensi murid di berbagai bidang seperti riset dan inovasi, seni budaya, hingga olahraga agar pembinaan lebih tepat sasaran.
Dalam implementasinya, Puspresnas menggandeng pemerintah daerah dan satuan pendidikan di seluruh Indonesia untuk memastikan pemanfaatan sistem berjalan optimal.
Ke depan, SIMT ditargetkan menjadi pusat data nasional pembinaan talenta murid sekaligus mendukung pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data.









Discussion about this post