MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Juni 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Literasi Naik Kelas di Montasik, Buku di Perpustakaan Aceh Besar Disulap Jadi Konten Digital

Riska Zulfira by Riska Zulfira
21 Mei 2026
in News
0

Siswi di SMA Negeri 1 Montasik, Aceh Besar, belajar aktif di perpustakaan sekolah | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Perpustakaan Kecamatan Montasik, Aceh Besar, mulai menggeser wajah literasi dari sekadar aktivitas membaca menjadi produksi konten digital. Dalam kegiatan Studi Literasi bersama siswa SMA Negeri 1 Montasik, buku-buku di rak perpustakaan “hidup kembali” lewat video edukatif karya pelajar.

Alih-alih berhenti pada rangkuman bacaan, di bawah naungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh Besar, siswa diajak mengolah isi buku menjadi karya visual yang dikemas dalam bentuk video, lalu diproyeksikan untuk dipublikasikan ke media sosial. Model ini menjadikan perpustakaan bukan lagi ruang pasif, melainkan laboratorium produksi gagasan.

RelatedPosts

Pawai Muharram Dongkrak Rezeki Pedagang Musiman di Masjid Raya Baiturrahman

Satpol PP-WH Banda Aceh Petakan Titik Rawan PMKS, Gepeng Masih Mendominasi

Jemaah Haji Aceh Wafat Bertambah Jadi 10 Orang, Sebanyak 11 Masih Dirawat di Tanah Suci

Pengelola Perpustakaan Kecamatan Montasik, Jamalidiana, mengatakan pendekatan ini lahir dari kebutuhan untuk menjembatani dunia literasi dengan realitas generasi digital.

“Kalau dulu perpustakaan identik dengan membaca diam, sekarang harus berubah. Anak-anak tidak cukup hanya paham isi buku, tapi juga harus bisa mengubahnya menjadi karya yang bisa dibagikan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini juga menyoroti pergeseran pola konsumsi informasi pelajar yang lebih banyak bersentuhan dengan media sosial dibandingkan buku teks. Karena itu, literasi diarahkan agar tidak tertinggal dari arus digital, tetapi justru ikut masuk ke dalamnya.

Salah satu peserta, Cut Lia Merisa dari SMA Negeri 1 Montasik, mengaku pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap aktivitas membaca.

“Biasanya baca buku hanya untuk tugas. Tapi sekarang kami harus berpikir bagaimana isi buku itu bisa jadi video. Jadi lebih menantang dan terasa nyata manfaatnya,” katanya.

Kepala SMA Negeri 1 Montasik, Dra. Yusniar, menilai kegiatan ini sebagai bentuk perluasan ruang belajar yang lebih kontekstual bagi siswa.

“Pembelajaran tidak lagi terbatas di kelas. Di perpustakaan, siswa bisa belajar sekaligus berkarya. Ini penting untuk membangun kreativitas dan kepercayaan diri mereka,” ujarnya.

Dari kegiatan ini, sejumlah video edukatif berhasil diproduksi dan direncanakan untuk dipublikasikan melalui kanal media sosial perpustakaan. Konten tersebut diharapkan tidak hanya menjadi karya siswa, tetapi juga sarana kampanye literasi digital di kalangan pelajar.

Pendekatan ini menjadi kontras di tengah data rendahnya minat baca nasional, sekaligus tingginya konsumsi media digital di kalangan usia sekolah. Montasik mencoba menjawab paradoks itu dengan satu langkah sederhana: membawa buku masuk ke dunia yang selama ini justru dianggap menjauh dari literasi.

Tags: budaya bacakonten kreatif siswaliterasi digitalSMA Negeri 1 Montasikvideo edukatif pelajar
Previous Post

Manchester United Bergerak Cepat Dapatkan Alessandro Bastoni

Next Post

Al Hilal Tawari Gaji 1,85 Triliun Untuk Robert Lewandowski

Related Posts

Film Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Tuai Apresiasi, Penonton Soroti Pesan Mental Health dan Literasi

by Riska Zulfira
20 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Dua film dokumenter karya pelajar SMK Negeri 1 Banda Aceh berhasil menyita perhatian siswa dan guru  usai diputar...

Lawan Kecanduan Gawai, Perpustakaan Montasik Cari Cara Agar Buku Kembali Dilirik

by Redaksi
9 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Ketika telepon genggam semakin akrab dengan kehidupan anak-anak, buku perlahan mulai ditinggalkan. Fenomena anak yang menghabiskan waktu berjam-jam...

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

by Redaksi
31 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Di tengah kemajuan teknologi dan meluasnya akses internet, anak-anak Indonesia semakin akrab dengan gawai sejak usia sangat dini....

Next Post

Al Hilal Tawari Gaji 1,85 Triliun Untuk Robert Lewandowski

14 Pelanggar Syariat Dicambuk di Banda Aceh Hingga Mei 2026

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co