MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh akan memulai gerakan percepatan imunisasi dari lingkungan aparatur sipil negara (ASN) menyusul masih rendahnya cakupan vaksinasi anak yang baru mencapai 34 persen. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberi contoh nyata pentingnya imunisasi bagi anak.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan seluruh keluarga ASN akan didorong memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Menurutnya, pemerintah harus menjadi pihak pertama yang menunjukkan komitmen terhadap program kesehatan masyarakat.
“Jadi kami akan membuat seruan untuk seluruh anak-anak ASN dan keluarga-keluarga ASN agar melakukan vaksinasi. Kita mulai dari lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh,” kata Illiza, Minggu (24/5/2026).
Ia menilai rendahnya cakupan imunisasi tidak bisa dibiarkan karena berpotensi meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Meski Banda Aceh tercatat memiliki capaian imunisasi tertinggi di Aceh, angka tersebut masih jauh dari target perlindungan kesehatan anak yang ideal.
Illiza mengungkapkan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah saat ini adalah masih kuatnya pengaruh hoaks dan kesalahpahaman mengenai vaksin di tengah masyarakat. Banyak orang tua yang menganggap imunisasi tidak diperlukan karena anak yang telah divaksin masih bisa terserang penyakit seperti campak.
“Pemahaman yang salah ini masih banyak berkembang. Padahal vaksin bukan membuat anak pasti tidak terkena penyakit, tetapi mencegah dampak yang lebih berat dan memperkuat daya tahan tubuhnya,” ujarnya.
Untuk meningkatkan penerimaan masyarakat, Pemko Banda Aceh akan memperkuat sosialisasi melalui pendekatan yang lebih persuasif dengan melibatkan PKK, lembaga vertikal, perusahaan, media massa, hingga tokoh agama. Edukasi kesehatan juga akan didorong masuk ke ruang-ruang dakwah, ceramah, dan kegiatan keagamaan yang dekat dengan masyarakat Aceh.
“Karena masyarakat Aceh sangat agamis, maka pendekatan keagamaan menjadi salah satu cara yang akan kita perkuat agar informasi yang benar tentang imunisasi dapat diterima lebih luas oleh masyarakat,” kata Illiza.








Discussion about this post