MASAKINI.CO – Memasuki hari keempat sejak dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, keberadaan Faiz Hidayat (23), pendaki asal Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, masih belum diketahui. Tim SAR gabungan kini memperluas area penyisiran untuk mempercepat pencarian korban yang terakhir terlihat di puncak gunung tersebut.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan pencarian pada hari ketiga sejak dilaporkan, belum membuahkan hasil meski tim telah menyisir sejumlah sektor yang dicurigai.
“Pada hari hari ini, tim gabungan kembali memperluas area penyisiran dengan fokus pada kawasan puncak Gunung Seulawah, jalur menuju Lamteuba di sisi timur, serta sektor selatan dari lokasi terakhir korban diketahui berada ,” kata Al Hussain, Kamis (4/6/2026).
Faiz dilaporkan hilang sejak Minggu (31/5/2026) saat mendaki Gunung Seulawah bersama sejumlah rekannya. Rombongan diketahui tiba di puncak sekitar pukul 12.30 WIB. Namun ketika hendak turun gunung, korban tidak lagi terlihat di lokasi.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar area puncak, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang dan diteruskan ke Basarnas Banda Aceh pada Selasa (2/6/2026).
Dalam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan membagi personel ke tiga sektor berbeda. Tim pertama menyisir kawasan puncak Gunung Seulawah yang menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Sementara tim kedua bergerak ke arah timur menuju kawasan Lamteuba dengan dukungan anjing pelacak K-9 Basarnas Banda Aceh. Tim ketiga melakukan pencarian ke arah selatan dari titik hilangnya korban, termasuk sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi jalur yang dilalui korban.
Meski berbagai metode pencarian telah dilakukan, kondisi medan dan cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Kabut tebal yang kerap menyelimuti kawasan Gunung Seulawah membuat jarak pandang personel menjadi terbatas.
Untuk memperkuat operasi pencarian, Basarnas mengerahkan sejumlah peralatan, mulai dari drone thermal, GPS, perangkat komunikasi, perlengkapan pencarian gunung dan hutan, kendaraan operasional, hingga unit K-9.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, yakni Basarnas Banda Aceh, Polsek Lembah Seulawah, Koramil Lembah Seulawah, Polisi Kehutanan Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan, RAPI Aceh Besar, Mapala Universitas Malikussaleh, dan masyarakat setempat.






Discussion about this post