MASAKINI.CO – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky meminta perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di daerah itu lebih transparan dalam melaporkan perkembangan harga tandan buah segar (TBS) serta memperkuat kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Menurut Al-Farlaky, keterbukaan informasi harga TBS penting untuk memastikan petani tidak dirugikan di tengah fluktuasi harga sawit yang kerap menjadi perhatian nasional.
“Kami berharap harga TBS di Aceh Timur memiliki patokan yang jelas sehingga tidak merugikan petani. Pemerintah daerah juga perlu memperoleh informasi dan laporan berkala agar bisa melakukan pengawasan,” kata Al-Farlaky.
Selain soal harga, ia menekankan pentingnya sinkronisasi data dan koordinasi antara perusahaan dan pemerintah daerah, terutama terkait aktivitas usaha perkebunan dan pengolahan sawit.
Bupati juga menyoroti peran CSR perusahaan yang dinilai harus lebih terarah dan berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan aktivitas industri.
“Setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan perusahaan sebaiknya dikoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar terdata dan tersinkronisasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky juga membuka peluang investasi sektor hilir kelapa sawit di Aceh Timur, termasuk pembangunan industri turunan seperti pabrik minyak makan. Menurutnya, pengembangan industri hilir akan memperluas lapangan kerja dan membuka rantai ekonomi baru di daerah.
“Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya. Kehadiran industri hilir bisa membuka peluang kerja sama bisnis dan memperkuat ekonomi daerah,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Bupati juga mengingatkan perusahaan agar memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk penyediaan pelatihan rutin serta fasilitas penanggulangan kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR).
Sementara itu, perwakilan PT Teupin Lada menyebut pihaknya telah menjalankan sejumlah program CSR, di antaranya pembagian sembako bagi 50 kepala keluarga setiap bulan, santunan anak yatim di tujuh desa sekitar perusahaan, serta pembangunan rumah layak huni bagi warga lanjut usia.
Perusahaan mengakui sebagian program tersebut belum seluruhnya dilaporkan secara administratif kepada instansi terkait, meski telah dijalankan di lapangan.
Terkait harga TBS, perusahaan menyebut penetapan dilakukan mengikuti harga acuan pasar yang diperbarui setiap hari. Mereka juga meminta adanya pengaturan arus distribusi TBS keluar daerah agar pasokan untuk PKS lokal tetap terjaga, mengingat sebagian besar hasil panen sawit Aceh Timur selama ini dikirim ke Medan.







Discussion about this post