MASAKINI.CO – Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, secara resmi melepas kontingen Taekwondo Setda Aceh (TSA) untuk mengikuti National Taekwondo Championship 2026 yang akan berlangsung di Sumatera Utara pada 25-28 Juni mendatang. Sebanyak 43 atlet diberangkatkan dengan target meraih prestasi sekaligus membawa nama baik Aceh di ajang nasional.
Prosesi pelepasan berlangsung di Lobi Utama Sekretariat Daerah Aceh, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan itu, M. Nasir menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kejuaraan nasional bukan sekadar berburu medali, tetapi juga menjadi ajang pembentukan karakter dan mental atlet.
Menurutnya, kedisiplinan, kejujuran, serta kemampuan mengatur waktu merupakan modal penting yang harus dimiliki setiap atlet untuk meraih kesuksesan, baik di arena pertandingan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi atlet bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang membangun karakter yang disiplin, jujur, dan mampu menjaga komitmen dalam setiap proses yang dijalani,” ujar Nasir.
Ia juga mengingatkan seluruh atlet untuk menjaga nama baik Aceh selama mengikuti kejuaraan. Sikap, perilaku, dan sportivitas dinilai menjadi cerminan identitas daerah yang harus dijaga di mana pun berada.
“Jaga nama baik Aceh, jaga identitas kita sebagai orang Aceh dengan sikap dan tingkah laku yang baik. Bertandinglah dengan jujur dan fair. Kami harapkan mudah-mudahan semuanya bisa juara dan membawa pulang medali sebanyak-banyaknya,” pesannya.
Kejuaraan nasional tersebut akan mempertemukan atlet-atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia. Kontingen TSA sendiri akan turun pada sejumlah kategori usia, mulai dari super kids usia 5-6 tahun, pra cadet A usia 7-8 tahun, pra cadet B usia 9-10 tahun, pra cadet C usia 11-12 tahun, cadet usia 13-14 tahun, junior usia 15-17 tahun, hingga kategori senior usia 17-28 tahun.
Pengiriman puluhan atlet dari berbagai kelompok usia tersebut menunjukkan keseriusan pembinaan taekwondo di lingkungan Setda Aceh. Selain menjadi wadah pengembangan bakat atlet muda, keikutsertaan dalam kejuaraan nasional juga diharapkan dapat menjadi momentum mengukur hasil pembinaan yang selama ini dilakukan.









Discussion about this post