MASAKINI.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh meresmikan Anjungan Air Minum Sayyid Osman Hulusi Efendi Hazretleri, Selasa (30/6/2026). Fasilitas penyedia air minum gratis tersebut merupakan hasil kolaborasi lembaga sosial dan kemanusiaan Indonesia-Turki yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Anjungan air minum yang mengusung arsitektur khas Ottoman itu dibangun oleh Yayasan Es-Seyyid Osman Hulusi Efendi bersama Somuncu Baba Education, Culture and Social Aid Organization dengan dukungan Yayasan Tarara Global Humanity.
Peresmian dihadiri sejumlah delegasi dari Turki, di antaranya anggota Dewan Pengawas Yayasan Es-Seyyid Osman Hulusi Efendi Ali Gençal, anggota Dewan Direksi Hüseyin Tazel, Hikmet Sağlam, Muhammed Hulusi Aydoğan, Wakil Ketua Dewan Direksi Somuncu Baba Hüseyin Selimli, serta akademisi Hamid Demir.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., mengatakan fasilitas tersebut bukan hanya menyediakan akses air minum, tetapi juga menjadi simbol hubungan sejarah dan persaudaraan antara Aceh dan Turki.
“Bangunan ini bukan sekadar infrastruktur penyedia air minum, melainkan simbol persaudaraan dan kerja sama kemanusiaan antara dua bangsa yang telah terhubung sejak berabad-abad lalu,” kata Mujiburrahman.
Ia menjelaskan, anjungan tersebut menjadi proyek penyediaan air minum berskala internasional pertama yang dibangun di luar Turki. Pembangunannya dimulai sejak peletakan batu pertama pada 19 Januari 2026.
Untuk menjamin kualitas air, fasilitas ini menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) sehingga air dapat langsung dikonsumsi. Kampus juga menyediakan sistem penampungan berkapasitas 10 meter kubik yang terhubung dengan jaringan PDAM guna menjaga ketersediaan pasokan air.
Menurut Mujiburrahman, pihak kampus telah membentuk tim teknis untuk memastikan operasional dan perawatan fasilitas berjalan secara berkelanjutan.
“Proyek ini tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh sivitas akademika dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara UIN Ar-Raniry dan lembaga-lembaga dari Turki dapat terus berkembang, tidak hanya di bidang sosial, tetapi juga pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, anggota Dewan Pengawas Yayasan Es-Seyyid Osman Hulusi Efendi, Ali Gençal, mengatakan pembangunan anjungan air minum merupakan bagian dari tradisi pelayanan sosial yang diwariskan Sayyid Osman Hulusi Efendi.
Menurutnya, penyediaan air bersih memiliki nilai penting dalam ajaran Islam sebagai salah satu bentuk sedekah yang manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.
Anjungan tersebut dilengkapi delapan keran air minum, sistem pemurnian air berkapasitas 3.000 liter, serta prasasti dalam empat bahasa, yakni Indonesia, Turki, Inggris, dan Arab. Fasilitas ini diharapkan menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan Turki sekaligus memberikan akses air minum yang layak bagi warga kampus dan masyarakat sekitar.










Discussion about this post