MASAKINI.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,56 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026. Kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh kelompok transportasi, sementara bensin, cabai merah, bawang merah, ikan dencis, dan beras menjadi komoditas yang paling besar mendorong inflasi.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Provinsi Aceh, Abd. Hakim, mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan tingkat inflasi mencapai 2,75 persen dan memberikan andil sebesar 0,27 persen terhadap inflasi Aceh.
“Pada Juni 2026, Provinsi Aceh mengalami inflasi bulanan sebesar 0,56 persen dibandingkan Mei 2026,” ujar Abd. Hakim, Jumat (3/7/2026).
Selain kelompok transportasi, kenaikan harga sejumlah komoditas juga turut memengaruhi inflasi bulanan. Komoditas tersebut meliputi bensin, cabai merah, bawang merah, ikan dencis, dan beras.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan antara lain tomat, ikan bandeng atau ikan bolu, udang basah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), BPS mencatat Aceh mengalami inflasi sebesar 5,84 persen. Artinya, harga barang dan jasa secara umum pada Juni 2026 meningkat rata-rata 5,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 2,95 persen. Sementara komoditas yang paling mendorong inflasi tahunan adalah nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, dan bensin.
Sebaliknya, sejumlah komoditas dan jasa memberikan andil terhadap deflasi tahunan, yakni tarif air minum PAM, baju muslim wanita, tarif Sekolah Menengah Atas (SMA), ikan biji nangka atau ikan kuniran, serta tarif Sekolah Menengah Pertama (SMP).
BPS juga mencatat inflasi tahunan terjadi di seluruh daerah penghitungan inflasi di Aceh, yakni Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Meulaboh, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 7,25 persen, sedangkan yang terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,89 persen.
Sementara secara bulanan, inflasi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe. Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 0,79 persen, sedangkan Meulaboh menjadi satu-satunya daerah yang mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.









Discussion about this post