MASAKINI.CO – Personel TNI membangun jembatan gantung di Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, untuk mempermudah akses masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai saat beraktivitas. Proses pembangunan dilakukan dengan mengangkut material melalui medan yang sulit, Selasa (7/7/2026).
Pembangunan jembatan sepanjang 70 meter itu dikerjakan personel Koramil 03/Blangkejeren jajaran Kodim 0113/Gayo Lues bersama Yon TP 855/Raksaka Dharma. Karena lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat, material diangkut secara manual dan menggunakan sepeda motor trail melintasi jalan berbukit serta aliran sungai.
Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, mengatakan jembatan tersebut dibangun untuk memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat menuju permukiman dan area pemakaman.
“Jembatan ini dibangun sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih aman dan mudah menuju dusun serta jalan menuju area pemakaman,” ujar Letkol Fran.
Ia menjelaskan, selama ini warga harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi kendala, terutama saat debit air meningkat.
Menurutnya, pembangunan jembatan merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus hasil gotong royong bersama warga setempat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.
Selain jembatan di Desa Bustanussalam, Kodim 0113/Gayo Lues juga tengah mengerjakan pembangunan 53 jembatan di sejumlah lokasi. Proyek tersebut meliputi pembangunan jembatan Aramco, jembatan beton, dan jembatan gantung yang dikerjakan bersama personel Yon TP 855/Raksaka Dharma, Yonzipur 16/Dam Iskandar Muda, serta masyarakat secara gotong royong.
Jembatan yang dibangun diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan saat beraktivitas, serta mempermudah akses menuju berbagai fasilitas di desa.









Discussion about this post