MASAKINI.CO – Harga emas perhiasan di Banda Aceh kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin (13/7/2026). Harga emas berada di level Rp7.560.000 per mayam atau setara sekitar 3,3 gram, belum termasuk biaya pembuatan.
Penurunan harga tersebut membuat harga emas perhiasan turun dibandingkan perdagangan sebelumnya. Bagi masyarakat yang membeli emas dalam bentuk perhiasan, masih harus menambah biaya pembuatan sekitar Rp200 ribu per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitan perhiasan.
Pedagang emas di kawasan Pasar Aceh, Daffa, mengatakan koreksi harga emas terjadi seiring melemahnya harga emas secara nasional. Selain itu, pergerakan harga juga dipengaruhi perubahan strategi investor yang mulai mengalihkan aset ke instrumen lain, terutama dolar Amerika Serikat.
“Investor sekarang lebih banyak membeli dolar dibandingkan emas. Ketika suku bunga naik, harga emas biasanya turun. Sebaliknya, saat suku bunga turun, harga emas cenderung naik,” kata Daffa.
Berdasarkan data Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin berada di angka Rp2.635.000 per gram. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan harga emas di sejumlah daerah, termasuk Banda Aceh.
Meski harga mengalami penurunan, aktivitas transaksi emas di toko-toko perhiasan masih berjalan normal. Menurut Daffa, penurunan harga justru menjadi peluang bagi sebagian masyarakat untuk membeli emas, baik sebagai investasi maupun perhiasan.
“Kalau harga turun, biasanya ada masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli karena dianggap lebih terjangkau,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat yang ingin membeli emas perhiasan perlu memperhitungkan tambahan ongkos pembuatan di luar harga emas. Besaran biaya tersebut menyesuaikan desain, model, serta tingkat kesulitan pengerjaan perhiasan.










Discussion about this post