MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU dan keterbatasan pasokan LPG tabung 3 kilogram (Kg) di beberapa daerah. Salah satunya dengan mengusulkan penambahan kuota Bio Solar dan LPG 3 Kg sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Robby Irza, bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, SKPA terkait, serta sejumlah instansi vertikal.
Rapat digelar sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai antrean panjang di SPBU dan keterbatasan LPG 3 Kg. Pemerintah Aceh menilai kelancaran distribusi energi bersubsidi harus dijamin karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat Aceh memperoleh akses terhadap BBM bersubsidi dan LPG Tabung 3 Kg dengan mudah dan sesuai kebutuhan. Karena itu, koordinasi seluruh pihak harus terus diperkuat agar distribusi berjalan lancar dan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujar Robby, Selasa (20/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Pertamina diminta memastikan ketersediaan stok BBM bersubsidi dan LPG 3 Kg hingga tingkat SPBU dan pangkalan. Pengawasan distribusi juga akan diperketat untuk mencegah penyalahgunaan subsidi.
Pemerintah Aceh bersama Pertamina, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, dan instansi terkait juga akan melakukan penertiban terhadap penggunaan BBM bersubsidi dan LPG 3 Kg agar penyalurannya tepat sasaran.
Selain mengusulkan penambahan kuota, Pertamina diminta mengevaluasi pelayanan di SPBU, termasuk pengaturan antrean, kecukupan stok, serta pengawasan terhadap jaringan distribusi.
Pertamina juga diminta menambah operator pada setiap dispenser atau nozzle, terutama pada jam sibuk, untuk mempercepat proses pengisian BBM dan mengurangi antrean kendaraan.
Pemerintah Aceh menegaskan antrean kendaraan tidak boleh meluas hingga mengganggu lalu lintas, fasilitas umum, maupun pusat pelayanan masyarakat di sekitar SPBU.
Secara berkala, Pertamina juga diminta menyampaikan laporan mengenai kondisi stok, distribusi, dan pelayanan kepada Pemerintah Aceh sebagai bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan.
Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat menggunakan BBM bersubsidi dan LPG 3 Kg sesuai peruntukan serta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga distribusi energi bersubsidi tetap tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.










Discussion about this post