MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Juli 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Aceh Usulkan Bentuk Badan Jaminan Kesehatan Sendiri, Tekan Beban Anggaran BPJS Rp550 Miliar

Redaksi by Redaksi
23 Juli 2026
in News
0

Sekda Aceh Muhammad Nasir menyerahkan santunan Jaminan Kesehatan kepada ahli waris | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mengusulkan perubahan regulasi sistem jaminan kesehatan nasional agar daerah dapat membentuk badan jaminan kesehatan sendiri. Usulan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Aceh, Rabu (22/7/2026).

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk menekan beban pembiayaan kesehatan daerah yang terus meningkat, terutama di tengah kondisi fiskal Aceh yang mengalami penurunan.

RelatedPosts

Hari Anak Nasional, YBHA Soroti Perlindungan Anak Aceh yang Masih Rentan

Dapur Bata di Aceh Besar Terbakar, Bangunan Kayu Rusak Berat

Kejari Aceh Jaya Pulihkan Keuangan Negara Rp2,05 Miliar, Disetor ke Kas Daerah

Saat ini, kata Nasir, Pemerintah Aceh mengalokasikan sekitar Rp550 miliar setiap tahun untuk pembiayaan BPJS Kesehatan. Sejak 2010, total anggaran yang telah digelontorkan Aceh untuk program jaminan kesehatan mencapai sekitar Rp9 triliun.

“Kami berharap ada skema dari pemerintah pusat untuk membantu Aceh. Sejak 2010, sekitar Rp9 triliun sudah digelontorkan untuk jaminan kesehatan,” ujar Nasir dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh.

Menurutnya, jika regulasi memungkinkan pemerintah daerah membentuk badan jaminan kesehatan sendiri, pengelolaan anggaran dapat dilakukan lebih efisien dan sebagian dana dapat dialihkan untuk kebutuhan pembangunan sektor lain.

“Kalau ada regulasi baru, provinsi bisa membentuk badan jaminan kesehatan sendiri sehingga anggaran yang selama ini dikeluarkan bisa lebih hemat dan sebagian dapat dialihkan untuk pembangunan sektor lainnya,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IX DPR RI juga menerima paparan terkait kondisi kesehatan dan ketenagakerjaan Aceh dari Dinas Kesehatan Aceh, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, serta RSUD Zainoel Abidin.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Muhammad Yahya Zaini mengatakan kunjungan kerja tersebut bertujuan menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung persoalan pelayanan kesehatan dan ketenagakerjaan di Aceh.

“Kami ingin mengetahui bagaimana pelayanan Pemerintah Aceh, khususnya di bidang kesehatan dan tenaga kerja,” kata Yahya.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga pelayanan kesehatan masyarakat meski menghadapi penurunan pendapatan daerah dari transfer ke daerah (TKD).

Namun, Yahya menyebut masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, seperti angka kematian bayi yang masih di atas target, belum optimalnya pemanfaatan rumah sakit regional, serta upaya percepatan penurunan angka stunting.

Selain itu, Komisi IX menyoroti masih tingginya kasus campak di Aceh akibat rendahnya cakupan imunisasi. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 93,5 persen kasus campak terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi campak.

Cakupan imunisasi rubella di Aceh juga masih berada di bawah target nasional dengan capaian 39,9 persen.

“Ini patut menjadi perhatian Kementerian Kesehatan dan semua pihak,” ujar Yahya.

Di sektor ketenagakerjaan, Yahya mengapresiasi kinerja Pemerintah Aceh yang berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia mengatakan hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan bagi Komisi IX DPR RI dalam menyusun rekomendasi dan mendorong dukungan kebijakan pemerintah pusat untuk Aceh.

Tags: BPJS KesehatanBPJS Kesehatan AcehJaminan Kesehatan AcehKomisi IX DPR RIkunjungan kerja DPR RI ke AcehPemerintah Aceh
Previous Post

Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru

Next Post

Pemko Banda Aceh Tertibkan Kios dan Bangunan Liar di Jalan Kopelma Darussalam

Related Posts

Gubernur Sampaikan Raqan Pertanggungjawaban APBA 2025, Pendapatan Aceh Capai Rp10,70 Triliun

by Riska Zulfira
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai membahas Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh...

Pemerintah Percepat Huntap Korban Banjir-Longsor, Aceh Ikuti Rakornas Pemulihan Pascabencana

by Ahmad Mufti
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mengikuti rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor,...

Atasi Antrean BBM dan Kelangkaan LPG, Aceh Minta Tambahan Kuota

by Riska Zulfira
21 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU dan keterbatasan pasokan LPG tabung 3 kilogram...

Next Post

Pemko Banda Aceh Tertibkan Kios dan Bangunan Liar di Jalan Kopelma Darussalam

Penertiban PKL di Kopelma untuk Kembalikan Fungsi Drainase dan Ruang Publik

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co