MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Aceh Usulkan Bentuk Badan Jaminan Kesehatan Sendiri, Tekan Beban Anggaran BPJS Rp550 Miliar

Redaksi by Redaksi
23 Juli 2026
in News
0

Sekda Aceh Muhammad Nasir menyerahkan santunan Jaminan Kesehatan kepada ahli waris | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mengusulkan perubahan regulasi sistem jaminan kesehatan nasional agar daerah dapat membentuk badan jaminan kesehatan sendiri. Usulan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Aceh, Rabu (22/7/2026).

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk menekan beban pembiayaan kesehatan daerah yang terus meningkat, terutama di tengah kondisi fiskal Aceh yang mengalami penurunan.

RelatedPosts

Motor Dipinjam untuk Ambil Paket, Pria di Aceh Besar Malah Gadaikan Rp6 Juta

Senam Sederhana untuk Mengecilkan Perut, Ini Gerakan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Terseret Arus Saat Berenang di Krueng Aceh, Pria Asal Keudah Ditemukan Tewas

Saat ini, kata Nasir, Pemerintah Aceh mengalokasikan sekitar Rp550 miliar setiap tahun untuk pembiayaan BPJS Kesehatan. Sejak 2010, total anggaran yang telah digelontorkan Aceh untuk program jaminan kesehatan mencapai sekitar Rp9 triliun.

“Kami berharap ada skema dari pemerintah pusat untuk membantu Aceh. Sejak 2010, sekitar Rp9 triliun sudah digelontorkan untuk jaminan kesehatan,” ujar Nasir dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh.

Menurutnya, jika regulasi memungkinkan pemerintah daerah membentuk badan jaminan kesehatan sendiri, pengelolaan anggaran dapat dilakukan lebih efisien dan sebagian dana dapat dialihkan untuk kebutuhan pembangunan sektor lain.

“Kalau ada regulasi baru, provinsi bisa membentuk badan jaminan kesehatan sendiri sehingga anggaran yang selama ini dikeluarkan bisa lebih hemat dan sebagian dapat dialihkan untuk pembangunan sektor lainnya,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IX DPR RI juga menerima paparan terkait kondisi kesehatan dan ketenagakerjaan Aceh dari Dinas Kesehatan Aceh, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, serta RSUD Zainoel Abidin.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Muhammad Yahya Zaini mengatakan kunjungan kerja tersebut bertujuan menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung persoalan pelayanan kesehatan dan ketenagakerjaan di Aceh.

“Kami ingin mengetahui bagaimana pelayanan Pemerintah Aceh, khususnya di bidang kesehatan dan tenaga kerja,” kata Yahya.

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga pelayanan kesehatan masyarakat meski menghadapi penurunan pendapatan daerah dari transfer ke daerah (TKD).

Namun, Yahya menyebut masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, seperti angka kematian bayi yang masih di atas target, belum optimalnya pemanfaatan rumah sakit regional, serta upaya percepatan penurunan angka stunting.

Selain itu, Komisi IX menyoroti masih tingginya kasus campak di Aceh akibat rendahnya cakupan imunisasi. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 93,5 persen kasus campak terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi campak.

Cakupan imunisasi rubella di Aceh juga masih berada di bawah target nasional dengan capaian 39,9 persen.

“Ini patut menjadi perhatian Kementerian Kesehatan dan semua pihak,” ujar Yahya.

Di sektor ketenagakerjaan, Yahya mengapresiasi kinerja Pemerintah Aceh yang berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia mengatakan hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan bagi Komisi IX DPR RI dalam menyusun rekomendasi dan mendorong dukungan kebijakan pemerintah pusat untuk Aceh.

Tags: BPJS KesehatanBPJS Kesehatan AcehJaminan Kesehatan AcehKomisi IX DPR RIkunjungan kerja DPR RI ke AcehPemerintah Aceh
Previous Post

Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru

Next Post

Pemko Banda Aceh Tertibkan Kios dan Bangunan Liar di Jalan Kopelma Darussalam

Related Posts

Sekda Aceh Minta SKPA Percepat Persiapan Perubahan RKPA 2026, Pastikan Anggaran Realistis

by Riska Zulfira
4 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mempercepat persiapan...

Rapergub Pelayaran Krueng Geukuh–Penang Mulai Disusun

by Redaksi
4 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mulai menyusun Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) sebagai dasar pengaturan teknis dan operasional rencana pembukaan jalur pelayaran...

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, Mualem Minta Aceh Perkuat Mitigasi Bencana

by Redaksi
3 September 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh jajaran pemerintah dan unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan curah...

Next Post

Pemko Banda Aceh Tertibkan Kios dan Bangunan Liar di Jalan Kopelma Darussalam

Penertiban PKL di Kopelma untuk Kembalikan Fungsi Drainase dan Ruang Publik

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co