MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, September 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

BPH Migas Temukan Dugaan Pengeritan BBM Subsidi di Sejumlah SPBU Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Juli 2026
in News
0

BPH Migas menemukan dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Aceh. | Foto: Dok BPH Migas

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menemukan dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Aceh. Temuan tersebut didapati saat pengawasan di SPBU Meulaboh, Aceh Jaya, dan Kota Sabang, Pulau Weh, pada 19–20 Juli 2026.

Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, mengatakan dugaan penyalahgunaan ditemukan saat tim melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pengisian BBM subsidi di sejumlah SPBU.

RelatedPosts

Kebakaran Tiga Rumah Barak di Aceh Selatan, Anak 5 Tahun Meninggal Dunia

Seksi Padang Tiji-Seulimeum Tol Sibanceh Ditutup Sementara untuk Uji Kelayakan Operasi

Jelang Maulid Nabi, Harga Ikan Tongkol dan Udang di Banda Aceh Naik

Di Meulaboh, petugas menemukan sejumlah kendaraan yang mengantre untuk membeli BBM subsidi dengan kondisi yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan beberapa kendaraan memiliki nomor polisi bagian depan dan belakang yang berbeda.

“Kendaraan-kendaraan tersebut terlihat usang atau tidak laik jalan. Diduga merupakan kendaraan pengerit,” kata Bambang Hermanto.

Selain kendaraan dengan identitas yang tidak sesuai, BPH Migas juga menemukan kendaraan jenis pikap yang diduga digunakan untuk mengambil BBM subsidi dalam jumlah tertentu.

Pada kendaraan tersebut ditemukan sejumlah jeriken yang digunakan sebagai wadah penampungan BBM. Modus yang dilakukan yakni BBM dari tangki kendaraan dialirkan menggunakan selang ke dalam jeriken untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Kendaraan-kendaraan tersebut diduga sebagai pengerit dengan modus helikopter. BBM subsidi yang dibeli di beberapa SPBU dialirkan ke jeriken untuk dijual kembali,” ujarnya.

BPH Migas menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk penyalur yang tidak menjalankan aturan dalam distribusi BBM subsidi.

Selain itu, BPH Migas juga mengingatkan pengelola SPBU agar meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan QR Code dalam pembelian BBM subsidi.

Bambang menyebut masih ditemukan potensi penyalahgunaan melalui penggunaan banyak QR Code yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan. Praktik tersebut dinilai dapat mengurangi hak masyarakat yang memang membutuhkan BBM subsidi.

“Hati-hati dalam menerima atau melayani kendaraan yang disinyalir menjadi mobil pengerit karena memiliki banyak QR Code untuk mengambil alokasi BBM subsidi dan kemudian dijual kembali,” katanya.

BPH Migas juga meminta pengelola SPBU memperkuat koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan pemerintah daerah apabila menemukan kendala dalam distribusi BBM subsidi.

Sementara itu, hasil pemantauan BPH Migas di sejumlah SPBU Aceh, termasuk wilayah Kota Sabang di Pulau Weh, menunjukkan ketersediaan stok BBM masih dalam kondisi aman.

Bambang mengatakan peningkatan aktivitas di sejumlah SPBU dipengaruhi oleh perpindahan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

“Pulau Weh merupakan salah satu wilayah terdepan dan terluar di ujung barat Indonesia. Kami memastikan stok BBM mencukupi dan harga BBM subsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujarnya.

BPH Migas mengimbau masyarakat membeli BBM subsidi sesuai kebutuhan dan tidak terlibat dalam praktik penimbunan maupun penjualan kembali.

Tags: BBM subsidi AcehBPH Migaspengerit BBMpenyalahgunaan QR CodeSPBU Aceh
Previous Post

Banjir Krueng Sawang Aceh Utara Bawa Gelondongan Kayu, Sejumlah Akses Terputus

Next Post

Ketua TP PKK Aceh Ajak Anak Berani Lawan Bullying dan Laporkan Kekerasan

Related Posts

Kebocoran BBM Subsidi di Aceh Capai 885 Ribu Liter per Hari, Negara Berpotensi Rugi Rp1 Triliun

by Redaksi
21 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO– Kebocoran penyaluran BBM subsidi di Aceh diperkirakan menyebabkan potensi kerugian negara mencapai Rp1 triliun per tahun. Kerugian tersebut berasal...

Pertamina Diminta Percepat Perbaikan Sistem Pelayanan Imbas Antrean Panjang

by Ahmad Mufti
31 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh meminta Pertamina memperbaiki sistem pelayanan di sejumlah SPBU yang dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean...

Ini Sebab Harga BBM Non Subsidi di Aceh Turun

Tanggap Darurat Aceh, BPH Migas Longgarkan Pembelian Solar dan Pertalite untuk Kendaraan Logistik

by Riska Zulfira
12 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan keringanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah...

Next Post

Ketua TP PKK Aceh Ajak Anak Berani Lawan Bullying dan Laporkan Kekerasan

Status Transisi Darurat Berakhir, Mualem dan Forkopimda Akan Tetapkan Status Baru

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co