MASAKINI.CO – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 unit rumah sebagai tempat tinggal baru bagi warga terdampak bencana, dengan 108 unit di antaranya telah dibangun melalui dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi dan pengusaha Sugianto Kusuma alias Aguan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam percepatan pembangunan huntap tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, Pak Aguan, yang telah membantu masyarakat melalui pembangunan huntap ini. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang berupaya bangkit setelah terdampak bencana,” ujar Nusron, mengutip infopublik.id, Senin (27/7/2026).
Nusron menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare untuk pembangunan kawasan hunian tetap. Dari total rencana 500 unit rumah, pembangunan sisanya akan dilanjutkan secara bertahap oleh pemerintah melalui kementerian terkait.
Ia memastikan Kementerian ATR/BPN akan mempercepat penyelesaian aspek pertanahan agar pembangunan huntap dapat berjalan sesuai target. Langkah tersebut mencakup penyediaan lahan hingga pemberian kepastian hukum atas tanah yang menjadi lokasi hunian warga.
Menurut Nusron, percepatan pembangunan huntap merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga memastikan warga memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, masyarakat yang terdampak bencana harus segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak,” katanya.
Ia menambahkan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi sosial dinilai menjadi kekuatan dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
“Kita bergerak bersama berbagai pihak. Semangat gotong royong menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pemulihan masyarakat,” ujar Nusron.










Discussion about this post