MASAKINI.CO – Pameran foto jurnalistik Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh mendapat perhatian pengunjung. Foto-foto yang merekam banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dinilai mampu memperlihatkan sisi lain dari bencana yang tidak banyak terlihat dalam pemberitaan sehari-hari.
Salah seorang pengunjung, Syifa, mengatakan setiap foto yang dipamerkan memiliki pesan yang kuat dan mampu menggambarkan kondisi para korban saat bencana terjadi.
“Fotonya menarik semua, jelas, dan sangat nampak maknanya,” kata Syifa saat mengunjungi pameran, Senin (3/8/2026).
Pengunjung lainnya, Sarah, mengaku banyak foto yang dipamerkan baru pertama kali dilihatnya. Padahal, ia sempat mengikuti perkembangan bencana melalui media sosial.
“Foto-foto bagus seperti ini belum pernah saya lihat di media sosial. Baru kali ini saya lihat langsung di pameran,” ujarnya.
Menurut Sarah, melihat langsung foto-foto jurnalistik memberikan pemahaman yang lebih utuh dibandingkan hanya membaca atau melihat informasi di media sosial. Setiap karya dinilai mampu menggambarkan situasi di lapangan secara lebih nyata.
Pameran Prahara Pulau Emas digelar oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh di Museum Tsunami Aceh pada 3–8 Agustus 2026. Puluhan foto yang dipamerkan merupakan dokumentasi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir 2025.
Selain pameran foto, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi publik dan peluncuran buku Prahara Pulau Emas yang menghimpun dokumentasi visual bencana sebagai arsip dan media edukasi kebencanaan bagi masyarakat.








Discussion about this post