MASAKINI.CO – Penolakan warga terhadap permintaan personel TNI untuk menurunkan bendera Bintang Bulan menjadi awal bentrokan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana membenarkan peristiwa bentrokan tersebut. Ia mengatakan, kericuhan bermula ketika personel TNI meminta warga menurunkan bendera yang dikibarkan di lokasi kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, permintaan itu ditolak hingga situasi berujung bentrokan.
Jaka menyebutkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian warga tersebut, apakah akibat terkena tembakan atau benda lainnya. Dari pemeriksaan awal, ditemukan dua luka pada tubuh korban, masing-masing di bagian kaki dan dada atas.
“Iya, ada dua luka di tubuh korban, di kaki dan bagian atas dada,” kata Jaka.
Selain korban meninggal dunia, sembilan warga lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke RS Tgk Abdullah Syafi’i untuk mendapatkan penanganan medis.
Bentrokan terjadi saat masyarakat menggelar kenduri Maulid di Pulo Keunari. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedatangan sejumlah personel TNI AD ke lokasi untuk meminta penurunan bendera memicu ketegangan dengan warga.
Kericuhan tersebut juga berdampak pada kegiatan Maulid. Sejumlah perlengkapan acara, termasuk mimbar, dilaporkan rusak.
Salah seorang warga setempat, Iskandar, mengaku istrinya turut menjadi korban dalam kejadian tersebut. Ia mengatakan, istrinya ditemukan tergeletak tidak jauh dari lokasi bentrokan.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berusaha menyelamatkan sejumlah orang yang terluka. Suara letusan juga terdengar dalam rekaman, sementara perempuan dan anak-anak tampak berlarian menjauhi lokasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI AD mengenai kronologi maupun tindakan personel di lokasi kejadian.










Discussion about this post