MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Malam Pertama Jam Malam, 65 Karung Gabah Lenyap di Pidie

Masa Kini by Masa Kini
30 Maret 2020
in Daerah, Headline
0

Ilustrasi:Korban menunjukkan tempat beras hilang.[metrobali]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – “Dalam kesempitan selalu ada kesempatan,” pernyataan Presiden Jokowi saat berbicara di forum 100 CEO di JCC di Jaksel, Selasa (27/11) tahun lalu, benar-benar terjadi di Pidie.

Sayangnya, praktik itu dijalankan maling saat beraksi di Gampong Paloh Nibong, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara.

RelatedPosts

Pemprov Aceh Cairkan THR untuk 41 Ribu ASN, Total Rp205,7 Miliar

Wali Kota Banda Aceh Buka BSI Fest Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman

636 Pasukan Oranye Banda Aceh Terima Paket Lebaran

Bayangkan saja, saat warga ‘terjepit’ pandemi virus Corona, ada yang menjadikannya kesempatan untuk satroni usaha milik warga.

Ironisnya lagi, maling beraksi saat aparat keamanan berusaha keras di malam pertama, menjalankan jam malam yang diberlakukan Pemerintah Aceh.

Sabaruddin (60), warga Gampong Paloh Nibong harus rela kehilangan 65 karung gabah, Senin (30/3) dini hari.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar S.Ik menyatakan kasus dugaan pencurian gabah di gudang miliknya Sabaruddin, sedangkan dilakukan penyelidikan.

Menurutnya korban tidak mau melaporkannya secara resmi, namun hanya memberitahukan saja ke Polsek Mutiara.

“Korban hanya memberitahukan saja dan tidak mau melaporkan kasus tersebut, tapi kami tetap akan menyelidiki kasus itu,” terang Andy.

Ia menjelaskan korban datang langsung ke petugas Polsek Mutiara, memberitahukan dugaan pencurian 65 karung gabah miliknya di gudang samping rumahnya.

Diduga pelaku menjalankan aksinya dengan cara masuk ke pekarangan rumah korban menuju pintu gudang. Kemudian, pelaku merusak gembok pintu dan mencuri gabah yang belum digiling.

Zukhri Mauluddinsyah Adan, warga Adan, Kecamatan Mutiara, berharap jaminan keamanan perlu mendapat perhatian khusus pemerintah.

Alasanya, sejak wabah Corona merebak pedagang di pasar-pasar tidak lagi boleh leluasa bergerak dari rumah ke tempat usahanya.

“Jam malam harus ditinjau ulang menurut saya, ada tempat-tempat yang perlu penindakan, ada tempat yang tidak, jangan sampai terjadi hal seperti ini, yang rugi juga masyarakat,” sebutnya.

Apalagi, menurutnya sosialisasi jam malam masih kaku, maka warga juga akan susah memahami sehingga semua tempat kerja mereka ditinggalkan.

“Ini akan dimanfaatkan oleh orang yang berniat jahat, apalagi kesempatannya ada,” jelasnya.

Namun Zukhri apresiasi tindakan TNI dan Polri dalam pencegahan meluasnya wabah Corona. Mantan anggota dewan itu juga meminta warga patuh pada pemerintah.[Zian]

Tags: CoronaJam MalamMalam PertamaPidie
Previous Post

Pemko Sabang Wajibkan Gampong Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Next Post

Sempat Hilang, Dua Pencari Kayu Alim Ditemukan Selamat

Related Posts

Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Sigli

by Redaksi
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Sigli, Kabupaten Pidie terbakar hebat, Jumat (23/1/2026) sekira pukul 10.30 WIB....

Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Rp3 Juta per KK untuk Perabot Rumah

by Riska Zulfira
30 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah memastikan akan menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) kepada korban banjir Sumatera untuk...

Kuasa Hukum Desak Polres Usut Tuntas Penyerangan Balai Pengajian di Pidie

by Riska Zulfira
21 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kuasa Hukum korban, Zulfikar Muhammad, mendesak Kapolres Pidie untuk mempercepat penyelidikan secara profesional dan transparan terkait dugaan penyiksaan...

Next Post

Sempat Hilang, Dua Pencari Kayu Alim Ditemukan Selamat

Hujan Tak Hentikan Jam Malam

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co