MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

3.000 Nakes Meninggal karena Covid-19, Pemerintah harus Tanggungjawab

Masa Kini by Masa Kini
15 Agustus 2020
in Headline, Nasional, News
0
Dinilai Gagal Selamatkan New York, Trump Dicela Wali Kota

Ilustrasi: Penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit. [Matthew McDermott/nypost.com]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah di berbagai negara harus bertanggungjawab atas kematian banyak pekerja kesehatan atau tenaga kesehatan (Nakes) selama masa penyebaran wabah virus corona atau COVID-19. Kematian mereka adalah bukti kegagalan pemerintah dalam memberikan perlindungan.

Amnesty International telah merilis laporan global yang berisi kejadian yang dialami para pekerja kesehatan dari berbagai penjuru dunia.

RelatedPosts

PHBS di Rumah Dimulai dari Kebiasaan Sederhana, Ini Indikatornya

Motor Terjun ke Sungai di Ulee Lheue, Pemuda 26 Tahun Meninggal

Rapim Partai Aceh, Aiyub Minta Kader Tak Terpecah dan Siap Hadapi Agenda Politik Kedepan

“Dalam laporan tersebut, tercatat adanya lebih dari 3.000 pekerja kesehatan yang telah meninggal akibat COVID-19, jumlah yang sangat besar namun seringkali dianggap remeh,” mengutip keterangan di laman Amnesty International Indonesia, Jakarta, Sabtu (15/8).

Amnesty International Indonesia menjelaskan, bahwa di Indonesia, hari ini tercatat setidaknya 89 tenaga kesehatan, mencakup dokter, dokter gigi dan perawat, yang telah meninggal dunia karena terinfeksi COVID-19.

Sementara itu, setidaknya terdapat total 878 dokter dan perawat dari seluruh penjuru Indonesia yang terinfeksi virus tersebut. Jumlah ini kemungkinan besar meningkat mengingat insiden meninggalnya tiga dokter di Pulau Jawa akibat terpapar COVID-19 sepekan terakhir.

Amnesty International juga mencatat banyak kasus di mana tenaga kesehatan yang bersuara terkait masalah keselamatan kerja dalam penanganan wabah COVID-19 ini justru mendapatkan perlakuan tidak adil, seperti penangkapan serta ancaman pemecatan.

“Di tengah wabah COVID-19 yang kasusnya masih terus meningkat di seluruh dunia, kami mendesak pemerintah negara-negara untuk mulai lebih serius memperhatikan kesehatan dan perlindungan para tenaga kesehatan. Negara-negara yang tingkat penyebaran wabahnya belum signifikan jangan sampai melakukan kesalahan-kesalahan serupa,” kata Peneliti dan Penasihat tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Amnesty International, Sanhita Ambast dalam pejelasannya.

“Sangat tidak bisa diterima saat mengetahui bahwa justru pemerintah menghukum para tenaga kesehatan yang menyuarakan kekhawatiran mereka tentang kondisi pekerjaan yang memang mengancam nyawanya. Para tenaga kesehatan bekerja di garda terdepan. Merekalah yang pertama kali mengetahui apakah suatu kebijakan yang dibuat pemerintah dapat berfungsi dengan baik atau tidak,” tambahnya.

Selain pekerja kesehatan, korban meninggal ada dari masyarakat umum. Khusus di Indonesia, hingga Sabtu (15/8) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Penambahan kasus baru ini tersebar 31 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 hingga Sabtu (15/8), tercatat ada penambahan 2.345 kasus baru kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. []

Tags: amnestyamnesty internasionalCoronaCovid-19Indonesiakesehatanpekerja kesehatanpemerintahtenaga kesehatanVirusVirus Corona
Previous Post

Korban Kebakaran Bener Meriah Mengungsi di Masjid

Next Post

Kebakaran Kembali Terjadi di Bener Meriah, Rumah dan Mobil Hangus

Related Posts

FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia Berpotensi Ditonton 1 Miliar Orang

by Ali L
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Indonesia berpotensi menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola dunia saat menjadi tuan rumah divisi utama FIFA ASEAN Cup...

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penyekatan Massa Aksi, Aparat Diminta Kedepankan Pendekatan Humanis

by Ahmad Mufti
27 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan penyekatan terhadap masyarakat dari luar wilayah DKI Jakarta yang hendak menyampaikan aspirasi melalui...

30 Komunitas di Banda Aceh Rumuskan Rekomendasi Kebijakan, Soroti 4 Isu Utama Kota

by Aininadhirah
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Sekitar 30 komunitas dan lembaga di Banda Aceh menyampaikan aspirasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) “Suara Warga”...

Next Post

Kebakaran Kembali Terjadi di Bener Meriah, Rumah dan Mobil Hangus

HUT Kemerdekaan RI, Pemerintah Didesak Bebaskan Tahanan Papua dan Maluku

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co