MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Marak Galian C, Sumur Warga Keumala Kering

Masa Kini by Masa Kini
24 Agustus 2020
in Daerah, Headline, News
0

Kondisi sumur warga di Keumala, Pidie yang kering.[Zian Mustaqin]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Puluhan sumur warga di sejumlah gampong di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baro, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie mengalami kekeringan.

Dampaknya warga sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

RelatedPosts

Mualem Terima Delegasi Belanda, Kerja Sama Penanganan Bencana hingga Investasi Dibahas

RSUD Meuraxa Raih Penghargaan Nasional Rumah Sakit Syariah di IHEX 2026

SEMA FAH UIN Ar-Raniry Akhiri Kepengurusan 2025

Menurut Keuchik Gampong Kumbang, Kecamatan Keumala, Muhammad, pada masakini.co, mengatakan sumur warga kering sejak dua tahun terakhir.

“Kalau sudah musim kemarau, hampir semua sumur warga yang berada di pinggiran DAS Krueng Baroe, pasti kering. Untuk kebetuhan air, warga pakai sumut warga lainnya yang belum kering, kedalaman sumur juga telah mencapai 8-10 meter dan semakin dalam baru ada air,” ungkap Muhammad, Senin (24/8).

Warga Keumala lainnnya, Muhammad Noer, menyatakan pihaknya sangat kesulitan akibat keringnya sumur.

Ia menduga salah satu penyebabnya aktivitas galian c di sekitar aliran sungai. Sebelumnya sumur warga di pinggiran sungai tak pernah kering, baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Ada sekitar empat lokasi galian pasir di kawasan Keumala, dikhawatirkan semakin bertambah. Ini bahaya, karena pengaruh ada debit dan ketersediaan air kepada masyarakat,” sebutnya.

Ia juga meminta Pemkab Pidie tidak sembarangan memberikan izin galian dan menertibkan galian yang tidak berizin.

Hal serupa juga disampaikan Anggota DPRK Pidie asal Keumala, Zamzami. Menurutnya sejak beberapa tahun lalu, sumur warga kekeringan setiap musim kemarau.

Ia menduga kejadian tersebut terjadi karena semakin banyak aktifitas galian pasir yang berada di Keumala.

“Kita minta keuchik, jangan sembarangan memberikan izin galian pada perusahaan yang ingin mengambil pasir di sungai. Karena sungai semakin dikeruk, maka air akan semakin dalam,” ungkapnya.

Namun, kata Zamzami bukan berarti tak bisa mengambil pasir sungai, tapi ada lokasi yang tidak boleh.

Ia meminta Pemkab meninjau kembali rekomendasi pertambangan non logam, sehingga pusat tidak dapat mengeluarkan izin sembarangan.

“Dinas hentikan dulu rekomendasi izin tambang atau sejenisnya di sungai Keumala. Kalau yang sudah berizin, harap meninjau kembali. Jangan sampai masyarakat menjadi korban,” tegasnya.[Zian Mustaqin]

Tags: Kecamatan KeumalaKekeringanKrueng BaroPidieSumur Kering
Previous Post

Serba Salah Penjinak Api, “Kami Takut Dipukuli !”

Next Post

Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Related Posts

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

by Redaksi
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh meninjau langsung hasil pembangunan jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) di...

El Nino Diprediksi Muncul Mei, Potensi Kekeringan Mulai Diwaspadai

by Aininadhirah
16 April 2026
0

MASAKINI.CO – Potensi kekeringan mulai mengintai Indonesia seiring prediksi kemunculan fenomena El Nino pada Mei 2026. Kondisi ini diperkirakan akan...

Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Sigli

by Redaksi
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Sigli, Kabupaten Pidie terbakar hebat, Jumat (23/1/2026) sekira pukul 10.30 WIB....

Next Post
Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUDZA Banda Aceh Penuh

22 RSUD di Aceh Sudah Miliki Ruang Pinere, Tinggal Simeuleu yang Belum

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co