MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto

Mengenal Peresean, Olahraga Tradisional Suku Sasak

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
10 November 2022
in Foto, News
0
Mengenal Peresean, Olahraga Tradisional Suku Sasak

Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Share on FacebookShare on Twitter
Pekembar (wasit) melakukan pemanasan tanda pertarungan akan segera dimulai. (Foto:masakini.co/Ahlul Fikar)
Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)
Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Peratung beristirahat sejenak di sela pertarungan. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)
Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)
Warga Desa Adat Sade, yang sedang menyaksikan olahraga tradisional Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Wasit melerai para petarung yang agar tidak keluar dari arena. (Foto: masakini.co/ Ahlul Fikar)
Dua peratung saling berjabat tangan sembari memberi penghormatan kepada penonton usai beradu ketangkasan di arena pertarungan. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

MASAKINI.CO – Alunan gendang, gong, rincik hingga bunyi seruling dimainan dalam tempo cepat. Dua petarung terlihat bersiap-siap beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean.

Tidak lama setelah itu, pekembar (wasit) mengizinkan dua petarung itu memasuki arena pertarungan. Kedua petarung terlihat mengenakan ikat kepala (sapuk) kain (sewok) ikat pinggang dari kain (bebet) dilengkapi dengan alat tempur berupa stik rotan sepanjang 100 cm dan perisai berukuran 40×50 cm yang terbuat dari kulit sapi.

RelatedPosts

30 Sekolah di Pidie Jaya Terima Dana Revitalisasi Rp19,5 Miliar

Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz, Tiga WNI Hilang dan Satu Luka Bakar

Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Tassss, bunyi pukulan begitu keras mengenai perisai salah satu petarung, disambut sorak pelancong yang datang ke Desa Adat Sade, Rembitan, Lombok, Jumat (21/10/2022) siang. Para petarung begitu serius saat memukul lawan, terlihat jelas dari raut wajahnya.

Peresean atau Perisean merupakan seni memainkan stik rotan dan menggunakan perisai yang terbuat dari kulit sapu atau kerbau yang digunakan untuk menangkis atau melindungi diri dari pukulan lawan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok. Petarung dalam Peresean biasanya disebut pepadu dan wasit disebut pakembar.

Permainan ini sudah dimainkan sejak abad ke-13, berawal dari ritual masyarakat agraris Lombok untuk mendatangkan hujan pada musim kemarau. Sementara sebagai kesenian bela diri, Peresean sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan di Lombok, awalnya adalah semacam latihan pedang dan perisai sebelum berangkat ke medan pertempuran.

“Dari zaman dahulu, olahraga ini dilakukan ketika masyarakat Suku Sasak saat musim tanam, berharap hujan dapat turun,” ujar Surya, seorang pemandu wisata di sana.

sambil diiringi musik peresean, secara spontan para petarung mengangkat perisai (ende) dan stik rotan mengadu kekuatan. Sambil membaca kelemahan lawan seseki para petarung melenggak-lenggokkan badannya mengikuti alunan suara musik gendang yang dimainkan disambut gemuruh suara penonton.

Dinyatakan kalah apabila salah satu petarung tidak mampu melanjutkan pertarungan dengan memberi isyarat membalik perisai.

Dewasa ini, Peresean diadakan menjelang perayaan-perayaan khusus, seperti ulang tahun kemerdekaan (17 Agustus), hari jadi kabupaten/kota, atau menjelang Ramadhan.

 

Tags: lombokolahragaOlahraga TradisonalPereseanSuku Sasak
Previous Post

Di Phnom Penh, Jokowi Audiensi Tertutup Dengan Raja Kamboja

Next Post

Perlu Kesadaran Bersama untuk Cegah Stunting di Aceh

Related Posts

Neymar Kembali Meradang, Santos Terpuruk di Zona Degradasi

Neymar Kembali Meradang, Santos Terpuruk di Zona Degradasi

by Ali L
21 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Bintang sepak bola Brasil, Neymar, kembali dibuat meradang setelah menyaksikan timnya, Santos, menelan kekalahan pahit di kandang sendiri....

Koleksi Mobil Mewah Menggila, Haaland Pamer Lamborghini 4,9 Miliar

by Ahlul Fikar
21 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Erling Haaland, striker tajam Manchester City, kembali mencuri perhatian. Bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga karena...

Manchester United Diminta Segera Amankan Kontrak Bintang 1,5 Triliun

by Ali L
21 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Penampilan solid Harry Maguire saat Manchester United melawan Liverpool akhir pekan lalu menjadi sorotan. Hal ini memicu desakan...

Next Post
Ada Tetangga Terjangkit Covid? Ini yang Harus Anda Lakukan

Perlu Kesadaran Bersama untuk Cegah Stunting di Aceh

BPMA Telah Siapkan Draf Kontrak Untuk Conrad Asia Energy

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...