MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto

Mengenal Peresean, Olahraga Tradisional Suku Sasak

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
10 November 2022
in Foto, News
0
Mengenal Peresean, Olahraga Tradisional Suku Sasak

Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Share on FacebookShare on Twitter
Pekembar (wasit) melakukan pemanasan tanda pertarungan akan segera dimulai. (Foto:masakini.co/Ahlul Fikar)
Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)
Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Peratung beristirahat sejenak di sela pertarungan. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)
Dua petarung saling beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)
Warga Desa Adat Sade, yang sedang menyaksikan olahraga tradisional Peresean. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Wasit melerai para petarung yang agar tidak keluar dari arena. (Foto: masakini.co/ Ahlul Fikar)
Dua peratung saling berjabat tangan sembari memberi penghormatan kepada penonton usai beradu ketangkasan di arena pertarungan. (Foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

MASAKINI.CO – Alunan gendang, gong, rincik hingga bunyi seruling dimainan dalam tempo cepat. Dua petarung terlihat bersiap-siap beradu ketangkasan dalam olahraga tradisional Suku Sasak Peresean.

Tidak lama setelah itu, pekembar (wasit) mengizinkan dua petarung itu memasuki arena pertarungan. Kedua petarung terlihat mengenakan ikat kepala (sapuk) kain (sewok) ikat pinggang dari kain (bebet) dilengkapi dengan alat tempur berupa stik rotan sepanjang 100 cm dan perisai berukuran 40×50 cm yang terbuat dari kulit sapi.

RelatedPosts

139 Barang Rampasan Dilelang Kejati Aceh, Berpotensi Tambah PNBP Rp6,7 Miliar

Sejumlah Wilayah Aceh Berpotensi Hujan dan Angin Kencang hingga 18 Agustus

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa M7,7 Guncang NTT, Warga Diminta Tetap Waspada

Tassss, bunyi pukulan begitu keras mengenai perisai salah satu petarung, disambut sorak pelancong yang datang ke Desa Adat Sade, Rembitan, Lombok, Jumat (21/10/2022) siang. Para petarung begitu serius saat memukul lawan, terlihat jelas dari raut wajahnya.

Peresean atau Perisean merupakan seni memainkan stik rotan dan menggunakan perisai yang terbuat dari kulit sapu atau kerbau yang digunakan untuk menangkis atau melindungi diri dari pukulan lawan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok. Petarung dalam Peresean biasanya disebut pepadu dan wasit disebut pakembar.

Permainan ini sudah dimainkan sejak abad ke-13, berawal dari ritual masyarakat agraris Lombok untuk mendatangkan hujan pada musim kemarau. Sementara sebagai kesenian bela diri, Peresean sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan di Lombok, awalnya adalah semacam latihan pedang dan perisai sebelum berangkat ke medan pertempuran.

“Dari zaman dahulu, olahraga ini dilakukan ketika masyarakat Suku Sasak saat musim tanam, berharap hujan dapat turun,” ujar Surya, seorang pemandu wisata di sana.

sambil diiringi musik peresean, secara spontan para petarung mengangkat perisai (ende) dan stik rotan mengadu kekuatan. Sambil membaca kelemahan lawan seseki para petarung melenggak-lenggokkan badannya mengikuti alunan suara musik gendang yang dimainkan disambut gemuruh suara penonton.

Dinyatakan kalah apabila salah satu petarung tidak mampu melanjutkan pertarungan dengan memberi isyarat membalik perisai.

Dewasa ini, Peresean diadakan menjelang perayaan-perayaan khusus, seperti ulang tahun kemerdekaan (17 Agustus), hari jadi kabupaten/kota, atau menjelang Ramadhan.

 

Tags: lombokolahragaOlahraga TradisonalPereseanSuku Sasak
Previous Post

Di Phnom Penh, Jokowi Audiensi Tertutup Dengan Raja Kamboja

Next Post

Perlu Kesadaran Bersama untuk Cegah Stunting di Aceh

Related Posts

Mukarramah Pimpin PERWOSI Aceh, Fokus Perkuat Peran Perempuan di Dunia Olahraga

by Redaksi
11 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Mukarramah Fadhlullah resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Aceh masa bakti 2026–2030....

Tips Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Sehat Meski Cuaca Panas

Tips Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Sehat Meski Cuaca Panas

by Ulfah
18 April 2026
0

MASAKINI.CO – Musim panas identik dengan cuaca cerah dan hangat, dan ini waktu yang tepat untuk menikmati aktivitas luar ruangan....

Botol Minum Berjamur, Begini Cara Mencegahnya

Botol Minum Berjamur, Begini Cara Mencegahnya

by Ulfah
16 April 2026
0

MASAKINI.CO - Botol minuman kini menjadi teman setia kebanyakan orang dalam beraktivitas sehari-hari, baik saat berolahraga, bekerja, maupun bepergian. Namun,...

Next Post
Ada Tetangga Terjangkit Covid? Ini yang Harus Anda Lakukan

Perlu Kesadaran Bersama untuk Cegah Stunting di Aceh

BPMA Telah Siapkan Draf Kontrak Untuk Conrad Asia Energy

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...