MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Serba Salah Penjinak Api, “Kami Takut Dipukuli !”

Masa Kini by Masa Kini
24 Agustus 2020
in Daerah, Headline, News
0

Petugas pemadam kebakaran berusaha jinakkan api di Simpang Tiga, Bener Meriah.[Eri Tanara]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gaji tak mencukupi. Sering dilempari caci maki. Saban menatap api, acap kali teringat mati. Armada terbalik dua kali.

“Begitulah keadaan kami,” kata M Harun.

RelatedPosts

Jelang Berbuka, Rumah Warga di Darussalam Aceh Besar Ludes Terbakar

BBPOM Aceh Temukan 38 Produk Bayi Kedaluwarsa, Dua Retail di Aceh Besar Langgar Ketentuan

Wagub Aceh Minta Percepatan Nasional Pembangunan Huntap dan Sinkronisasi Data Pascabencana

Ia penjinak api yang setia. 17 tahun sudah mengabdi, sejak Bener Meriah dilahirkan Desember 2003, Harun telah bekerja sebagai pemadam kebakaran.

“Meskipun sampai saat ini saya masih berstatus tenaga honorer. Bagi saya ini pekerjaan kemanusiaan,” ujarnya.

Lelaki asal Kampung Reje Guru, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah ini mengaku hanya digaji sejuta perbulan.

“Gaji kami selalu dibayar diakhir bulan kedua. Ditambah biaya makan perhari 27 ribu tapi itu dibayar triwulan,” ungkapnya.

Selain api, amuk massa sering menghantui. Ia dan timnya sering mendapat kekerasan. Bahkan pernah ada petugas yang dianiaya hingga dilarikan ke rumah sakit.

Beberapa tahun silam di Tingkem, Kecamatan Bukit petugas sempat diacungkan golok. Warga meluapkan emosi, akibat timnya telat tiba.

“Ketika kami sudah mendengar kebakaran, bayangan kami diperjalanan, mobil akan terbalik karena ingin cepat sampai, sudah dua kali mobil kami terbalik,” sebut Harun.

“Belum lagi sampai di lokasi kami akan diamuk massa. Kami serba salah!”

M Harun dan rekannya saat diposko pemadam kebakaran Bener Meriah.[Eri Tanara]

Saat kebakaran melanda. Para petugas pemadam tak memakai pelindung diri yang laik. Harun mengaku, pihaknya sering melaporkan hal tersebut. Namun tak kunjung mendapat respon. Alasan pemerintah belum ada anggaran.

“Kami juga tidak memiliki baju tahan api, helm dan sepatu boat. Kalau sepatu boat yang kami pakai sekarang jangankan tembus paku, kaca aja tembus,” sebut Harun.

Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, miliki 96 personel pemadam kebakaran. Posko utamanya di jalan Bandara Rembele, persis depan Batalyon 114.

Selain armada yang kurang, petugas juga keluhkan minimnya fasilitas di posko.

“Kami tidur di atas tikar seadanya, layaknya seperti penjara. Belum lagi kamar madi yang sudah rusak. Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan kami dengan baik. Serta segera menambah unit damkar,” kata seorang petugas, Radiansyah.

Tiga hari jelang usia Indonesia 75 tahun. Pasar Simpang Tiga, Bener Meriah terbakar. Belasan ruko dilahap api. Warga kembali marah pada petugas BPBD. Armada yang datang hanya satu. Seorang rekan kerja Harun, diamuk massa.

“Mereka tidak tahu kondisi kami bagaimana, unit dan peralatan kami terbatas. Sehingga kejadian kebakaran di Kampung Ujung Gele esok hari nya, kami tidak berani datang lagi. Meskipun unit damkar saat itu sudah kami kembalikan ke pendopo bupati,” ungkapnya.

“Kami takut dipukuli, kami masih punya anak dan istri. Jangan selalu salahkan kami, kami berharap mendapat perlindungan dari pihak terkait jika kebakaran kembali terjadi.”[Eri Tanara]

Tags: BPBD Bener MeriahKebakaran Simpang TigaNasib Pemadam Kebakaran
Previous Post

Indonesia Dapat Jaminan Pasokan 340 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Next Post

Marak Galian C, Sumur Warga Keumala Kering

Related Posts

Lagi-lagi, Amukan Api Hanguskan Rumah Warga di Bener Meriah

Lagi-lagi, Amukan Api Hanguskan Rumah Warga di Bener Meriah

by Syah Antoni
30 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO - Kebakaran menghanguskan rumah milik Riduan A. Rizal, warga Kampung Simpang Balik, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Sabtu dini...

Api Lahap Dua Asrama Putra Dayah Madinatuddiniyah Babussalam Bener Meriah

Api Lahap Dua Asrama Putra Dayah Madinatuddiniyah Babussalam Bener Meriah

by Syah Antoni
23 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO - Musibah kebakaran kembali melanda salah satu dayah di Bener Meriah. Dua unit asrama putra Dayah Madinatuddiniyah Babussalam yang...

Hingga Awal Agustus, 70 Hektare Lahan di Bener Meriah Hangus Dilahap Api

Hingga Awal Agustus, 70 Hektare Lahan di Bener Meriah Hangus Dilahap Api

by Syah Antoni
3 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO - Sepanjang tahun 2025, sebanyak 70 hektare lahan dilahap api di Bener Meriah. Jumlah tersebut berdasarkan data Penanggulangan Bencana...

Next Post

Marak Galian C, Sumur Warga Keumala Kering

Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...