MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ribuan Hektar Hutan Aceh Rusak Karena Tambang Emas Ilegal

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
13 November 2021
in News
0
Penambang Emas Tradisional di Pidie Tewas Tertimbun Longsor

Ilustrasi penambang emas tradisional. (sumber foto: Tempo.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh menyatakan di akhir penghujung 2021, kegiatan pertambangan emas ilegal di Aceh belum mampu diberhentikan secara permanen. Akibatnya, sekitar 2000 hektare hutan Aceh rusak oleh aktivitas tersebut.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur mengatakan, saat ini ekspansi kegiatan tambang ilegal semakin luas dengan terbentuk lubang dan lokasi baru.

RelatedPosts

Pernah Juara II MTQ Nasional, Dosen USK Kembali Wakili Aceh di MTQ KORPRI 2026

8 Hektare Lahan di Aceh Besar Terbakar

Segini Harga Emas Perhiasan dan Antam Hari Ini

Lokasi pertambangan emas ilegal itu tersebar di Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Selatan.

“Dalam kurun 5 tahun terakhir, 2.000 hektar kawasan hutan rusak akibat aktifitas ilegal tersebut, dan tidak mustahil angka ini terus meningkat seiring dengan lemahnya penegakan hukum menghentikan laju kerusakan,” katanya dalam keterangan pers, Sabtu (13/11/2021).

Dia menyebut, pertambangan emas ilegal dilakukan dengan dua pola; pertama, lokasi tambang yang berada di pegunungan dilakukan dengan membuat lubang secara vertikal dan horizontal. Kedua, pertambangan yang berada dalam kawasan sungai dilakukan dengan pola mengeruk pasir dan batuan menggunakan alat berat dan mesin sedot.

Muhammad Nur mengatakan, kehadiran pertambangan emas ilegal ini, berdampak serius terhadap kelangsungan lingkungan hidup dan kerusakan kawasan hutan.

“Meluasnya aktivitas pertambangan ilegal menjadi faktor terjadinya bencana ekologis di Aceh, seperti banjir bandang, longsor, krisis kualitas air bersih, rusak badan sungai, dan konflik satwa-manusia,” ujarnya.

Dia menegaskan harus ada upaya serius dari lembaga penegakan hukum untuk menyelesaikan persoalan pertambangan emas ilegal di Aceh.

Sembari melakukan perbaikan tata kelola lintas stakeholder, sehingga tidak terjadi persoalan baru di lapangan. “Karena juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat, sosial budaya, dan kepentingan ekologi,” pungkasnya.

Tags: Banjir Bandanghutan Acehkerusakan lingkunganTambang Emas IlegalWalhi Aceh
Previous Post

Kamera Tilang ETLE Mulai Berlaku di Banda Aceh

Next Post

Lebih Berdaya Bersama BRI, Rudi Jadi Pahlawan Kembangkan Kampung Sayur Cempoko

Related Posts

Banjir Bandang Landa Aceh Tenggara, Jalan Nasional Kutacane–Medan Lumpuh

by Riska Zulfira
10 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir bandang melanda Desa Lawe Tua Gabungan, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (9/5/2026) malam. Bencana tersebut...

Warga Jantho Laporkan Tambang Emas Ilegal, Ancam Datangi Lokasi Jika Tak Ditindak

by Riska Zulfira
17 April 2026
0

MASAKINI.CO – Perwakilan masyarakat Kecamatan Jantho, Aceh Besar melaporkan maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan cagar alam kepada pihak...

Banjir Bandang Terjang Aceh Tengah, Lima Kampung Terisolir Akibat Jembatan Ambruk

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Akibatnya, lima...

Next Post
Lebih Berdaya Bersama BRI, Rudi Jadi Pahlawan Kembangkan Kampung Sayur Cempoko

Lebih Berdaya Bersama BRI, Rudi Jadi Pahlawan Kembangkan Kampung Sayur Cempoko

Tarik Ulur Kebijakan Tes PCR & Curhat Penumpang Pesawat di Aceh

Tarik Ulur Kebijakan Tes PCR & Curhat Penumpang Pesawat di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co