MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Maret 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

18 Tahun Perdamaian Aceh, Nezar Patria: Perang Pasti Reda

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
16 Agustus 2023
in News
0
18 Tahun Perdamaian Aceh, Nezar Patria: Perang Pasti Reda

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamen Kominfo), Nezar Patria. (Foto: Untuk Masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamen Kominfo), Nezar Patria mengaku jantungnya berdebar bahagia di hadapan para perunding GAM dan Pemerintah Indonesia, saat menyaksikan proses penandatanganan MoU Helsinki ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

“Sebagai generasi muda Aceh pada waktu itu, saya berterima kasih kepada kedua pihak yang berjiwa besar dan bersepakat untuk membangun Aceh baru yang damai dan sejahtera di bawah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Nezar.

RelatedPosts

Apakah Muntah Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

BBPOM Aceh Bakal Uji Parcel Lebaran Cegah Peredaran Produk Bermasalah

Berat Badan Naik Saat Ramadan! Ini Penyebabnya

Bagi Nezar, perjanjian di Helsinki adalah momen puncak, sebuah solusi politik yang bisa diterima kedua pihak, tanpa ada yang kehilangan muka, dan menghargai martabat kedua pihak.

Nezar juga terkenang menjelang penandatangan MoU Helsinki, salah satu anggota tim perunding Pemerintah Pusat bertanya kepadanya apakah ada pepatah Aceh tentang perdamaian.

“Maka saya ingat pepatah ‘pat ujeun yang tan pirang, pat prang tan reda.’ Pepatah itu pula kalau tidak salah diucapkan oleh Presiden Indonesia ke-6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya menyambut perdamaian bersejarah ini,” kata Nezar.

Nezar percaya, pepatah itu adalah hasil dari pengalaman panjang para endatu di Aceh yang melewati berbagai tantangan zaman, sejak kerajaan Aceh terbentuk hingga masa republik saat ini.

“Bahwa tak ada yang abadi di alam semesta, seperti hujan yang akan reda, demikian pula perang yang akan berhenti,” ujarnya.

Pengalaman pahit selama konflik bersenjata itu, kata Nezar, hendaknya menjadi menjadi pelajaran, sebagai modal pengalaman, pengetahuan, dan bijak dalam melangkah menyongsong masa depan Aceh yang lebih baik.

Menurut Nezar, perdamaian telah membuka peluang politik bagi Aceh untuk memberikan terbaik bagi masyarakat. Politik yang mengabdi kepada publik.

“Buah dari perjuangan panjang dan titik kompromi itu adalah suatu sistem demokrasi lokal yang berkuasa untuk mengatur diri sendiri, tanpa harus menyerahkan segalanya ke pemerintahan pusat,” ujarnya.

Dana Otonomi Khusus dan lahirnya partai lokal di Aceh, kata Nezar, seharusnya bisa membuat Aceh lebih sejahtera.

Nezar mencatat, dari 2008 hingga 2022, tercatat sudah Rp95,9 triliun Dana Otsus yang diterima Aceh. Dana itu akan berakhir pada 2027. Kini, kata Nezar, dirinya mendengar sedang dilakukan upaya-upaya untuk meminta perpanjangan Dana Otsus.

Pernyataan Nezar itu disampaikan saat tokoh Aceh di Jakarta yang tergabung dalam sejumlah organisasi/lembaga melakukan prosesi adat peusijuek (tepung tawar) di Wisma Taman Iskandar Muda di kawasan Guntur, Setiabudi, Jakarta, pada Selasa (15/8/2023) malam.

Prosesi peusijuek melibatkan Majelis Adat Aceh (MAA) Cabang Jakarta, Taman Iskandar Muda, dan Diaspora Global Aceh. Acara peusijuek Nezar bersama bersama istri ini sekaligus memperingati Hari Damai Aceh yang sudah berusia 18 tahun.

Tags: 18 Tahun Perdamaian AcehMoU HelsinkiNezar PatriaWamenkominfo
Previous Post

Fitur Anyar BRImo, Nasabah Bisa Nikmati Contact BRI Layanan Bebas Pulsa

Next Post

Kisah Penjaja Merah Putih di Taman Gunongan

Related Posts

Suplai Listrik Jadi Kendala Utama Pemulihan Telekomunikasi di Aceh

by Ahlul Fikar
5 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menegaskan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh pascabencana hidrometeorologi masih...

Gubernur Aceh Minta Revisi UUPA Sesuai MoU Helsinki

Gubernur Aceh Minta Revisi UUPA Sesuai MoU Helsinki

by Ulfah
16 September 2025
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan pentingnya revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang sedang dibahas DPR RI dan Pemerintah...

Kanwil BPN Aceh Serahkan Sertifikat HKB untuk Eks Kombatan GAM Hingga Korban Konflik di Pijay

Kanwil BPN Aceh Serahkan Sertifikat HKB untuk Eks Kombatan GAM Hingga Korban Konflik di Pijay

by Redaksi
15 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Aceh lakukan Penyerahan Sertifikat Hak Kepemilikan Bersama untuk Mantan Kombatan...

Next Post
Kisah Penjaja Merah Putih di Taman Gunongan

Kisah Penjaja Merah Putih di Taman Gunongan

Pj Gubernur Kukuhkan Paskibra Aceh 2023

Pj Gubernur Kukuhkan Paskibra Aceh 2023

Discussion about this post

CERITA

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co