MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, April 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kematian Dini Akibat Makanan Olahan Terus Meningkat, Waspadalah

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
1 Juni 2025
in News
0

Ilustrasi seseorang sedang konsumsi makanan olahan. I foto: metaai

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Makanan ultra-olahan (ultra-processed food/UPF) telah menjadi perhatian global karena dampaknya yang mematikan bagi kesehatan.

Sebuah studi global baru-baru ini menunjukkan bahwa UPF menyumbang lebih dari setengah konsumsi energi makanan masyarakat di beberapa negara.

RelatedPosts

Jemaah Haji Aceh Masuk Asrama Mulai 5 Mei, Total 5.426 Orang

Terbangun dengan Bantal Basah? Ini Penyebab Ngiler Saat Tidur

Mualem Tunjuk Nurlis Effendi Jadi Jubir Baru Pemerintah Aceh

Selain itu, kematian dini yang disebabkan oleh UPF meningkat secara signifikan berdasarkan porsinya dalam makanan seseorang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine melihat data dari delapan negara, termasuk Australia, Brasil, Kanada, Chili, Kolombia, Meksiko, Inggris, dan AS.

Hasilnya menunjukkan bahwa UPF mencapai 55 persen dari asupan energi masyarakat di AS dan 53 persen di Inggris, dibandingkan dengan 15 persen di Kolombia dan 17,4 persen di Brasil.

Kematian dini yang disebabkan oleh UPF berkisar antara 4 persen di wilayah dengan konsumsi rendah, seperti Kolombia, hingga 14 persen dari seluruh kematian dini di Inggris dan AS.

UPF meliputi es krim, daging olahan, keripik, roti produksi masal, beberapa sereal sarapan, biskuit, dan minuman bersoda.

Makanan ini sering kali mengandung lemak jenuh, garam, gula, dan zat aditif tingkat tinggi, yang menurut para ahli menyisakan lebih sedikit ruang dalam pola makan masyarakat untuk makanan yang lebih bergizi.

Para peneliti menyerukan tindakan global untuk mengurangi konsumsi UPF, yang melibatkan pemerintah dengan memberlakukan kebijakan yang lebih ketat untuk menciptakan pola makan yang lebih sehat.

Dr Eduardo Nilson, peneliti utama studi ini, mengatakan bahwa, “setiap peningkatan 10 persen dalam partisipasi UPF dalam makanan akan meningkatkan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 3 persen.”

Tags: dampak buruk makanan olahanmakanan olahanMakanan ultra-olahanultra-processed foodUPF
Previous Post

Pungli di Merduati Terungkap, Otak Pelaku Ternyata Napi di LP Meulaboh

Next Post

Pesantren Darul Amilin di Aceh Selatan Terbakar Kerugian Capai Rp70 Juta

Related Posts

No Content Available
Next Post

Pesantren Darul Amilin di Aceh Selatan Terbakar Kerugian Capai Rp70 Juta

Dua WNA Dideportasi dari Sabang karena Langgar Izin Tinggal

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co