MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Refleksi 20 Tahun Perdamaian Aceh dan 80 Tahun Kemerdekaan RI: Perempuan Akar Rumput Bersuara

Ulfah by Ulfah
20 Agustus 2025
in News
0
Refleksi 20 Tahun Perdamaian Aceh dan 80 Tahun Kemerdekaan RI: Perempuan Akar Rumput Bersuara

Kegiatan refleksi 20 tahun perdamaian Aceh dan 80 tahun pemerdekaan RI. | Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Memperingati Refleksi 20 Tahun Perdamaian Aceh dan 80 Tahun Kemerdekaan RI, perempuan akar rumput menyuarakan isu pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak di Aceh.

Ernawati, tokoh perempuan akar rumput Pidie sekaligus, Koordinator Program Flower Aceh menyebutkan makna 20 tahun perdamaian Aceh, dan 80 tahun Indonesia merdeka tidak sekedar lepas dari kontak senjata.

RelatedPosts

Pernah Juara II MTQ Nasional, Dosen USK Kembali Wakili Aceh di MTQ KORPRI 2026

8 Hektare Lahan di Aceh Besar Terbakar

Segini Harga Emas Perhiasan dan Antam Hari Ini

“Bagi saya arti damai dan merdeka bukan hanya berhenti dari suara tembakan atau lepas dari penjajahan. Damai dan merdeka berarti bisa bekerja tanpa takut, keluar rumah dengan tenang, dan dapat turut serta dalam pembangunan,” katanya.

Ia juga mengaku merasakan bahwa damai memberi ruang untuk tumbuh, dan merdeka memberi suara untuk didengar. Tapi perjalanan belum selesai, masih ada kemiskinan, ketidakadilan, dan suara perempuan yang sering diabaikan.

Sri Mayuliza, salah seorang anak korban konflik di Aceh Utara merasakan dua puluh tahun perdamaian ini saya rasakan sebagai berkah, karena bisa tumbuh dalam suasana yang lebih tenang, berbeda dengan apa yang pernah dialami orang tua saya.

Di usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia, saya berharap perdamaian ini terus kita jaga, agar tidak ada lagi anak yang harus mewarisi luka dari perang, melainkan harapan untuk masa depan yang lebih baik, tegasnya.

Sementara itu, Muhklifah Perempuan penggerak kesehatan di Aceh Tamiang, mengatakan 20 tahun perdamaian dan 80 tahun kemerdekaan. Saya merdeka adalah bebas dari bully baik secara fisik maupun psikis, seseorang akan dihargai tanpa melihat latar belakangnya dan mendapatkan respect dari semua pihak.

Lanjutnya, dan perdamaian yang sesungguhnya akan tercipta karena adanya rasa empati antara individu yang satu dengan yang lain. Merdeka adalah sesuatu yang dirasakan oleh jasmani dan damai adalah sesuatu yang dirasakan oleh hati. “Perdamaian dan kemerdekaan adalah 2 hal yang berkaitan dan tidak dapat dipisahkan,” tegasnya.

Annisa, tokoh perempuan komunitas di Pidie menyebutkan makna merdeka baginya. Merdeka tapi masih seperti hidup di jaman penjajahan, artinya masih semua hal terbelenggu baik itu pendidikan, kebebasan berpendapat, keadilan karena keadilan itu hanya milik bagi kalangan atas saja sedangkan kita hidup masih seperti di jamannya penjajah.

Jika di zaman penjajahan hanya satu yang diperjuangkan yaitu kemerdekaan tapi sekarang banyak hal yang harus diperjuangkan. Damai hanya di nota Helsinki saja, tapi nyatanya semua yang diperjuangkan hanya tinggal di kertas saja. Bedanya sekarang bisa beraktivitas dengan bebas ketimbang masa konflik.

“Tapi keadilan bagi korban masih janji belaka. Padahal kita sudah terus menyuarakan, tapi tidak ada perubahan,” tegasnya

Cut Ria, keluarga penyintas kekerasan/paralegal komunitas di Aceh Besar menyuarakan keadilan bagi korban kemeran. Delapan puluh tahun Indonesia merdeka dan dua puluh tahun perdamaian, tapi keadilan bagi para penyintas kekerasan belum tuntas.

“Sebagai keluarga penyintas dan paralegal komunitas, saya menegaskan: perdamaian sejati tidak cukup hanya tanpa senjata, tapi harus hadir dengan kebenaran, pemulihan, dan pengakuan. Kami tidak menuntut balas, kami menuntut keadilan,” tegasnya

Khuzaimah, korban konflik di Aceh Utara menegaskan perempuan korban konflik di Aceh membutuhkan beberapa perubahan penting untuk memulihkan diri dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Beberapa yang harus menjadi perhatian penting dan dipenuhi meliputi pemulihan trauma perempuan korban konflik termasuk akses ke layanan kesehatan mental dan layanan dasar, proses hukum yang adil dan transparan terhadap pelaku kekerasan, partisipasi dalam proses pembangunan, serta pengakuan dan penghargaan atas pengalaman dan kontribusi mereka dalam proses perdamaian.

Mainar, tuha peut Banda Aceh menegaskan perdamaian tercapai saat terjadinya sunami Aceh, selama perdamaian perempuan sudah bisa ke luar malam, tidak ada ketakutan lagi bagi perempuan

Lenih lanjut, Zahruna, ketua Forum Komunitas Akar Rumput (FKPAR) Aceh menegaskan saat ini tanggung jawab kita untuk terus berjuang membangun Aceh dan bangsa ini supaya lebih baik.

“Kita bisa terus hidup aman tanpa ada kemiskinan dan penindasan terhadap perempuan, dan kemudahan mendapatkan pendidikan. Itulah arti kemerdekaan bagi perempuan,” ungkapnya.

Riswati, Direktur Eksekutif Flower Aceh, menyatakan pihaknya mendorong pengarus utama agenda perempuan, perdamaian, dan keamanan (Women, Peace, and Security/WPS) sebagai bagian dari pembangunan Aceh yang berbasis kekhususan dan keistimewaan, sejalan dengan Maqashid Syariah dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1325.

Ia menekankan pentingnya peningkatan partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan yang responsif gender dan inklusif di seluruh kabupaten/kota, serta penguatan sistem data terpilah dan pemantauan berbasis bukti agar capaian keadilan gender dapat diukur secara berkala.

Prinsip GEDSI dan Pemenuhan Hak Anak harus diintegrasikan di semua sektor, khususnya enam urusan wajib layanan dasar, sekaligus mendukung pencapaian SDGs, terutama tujuan 5 tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Kami juga mendorong penguatan kapasitas institusi pemerintah dan non-pemerintah serta optimalisasi Alokasi Anggaran Responsif Gender (ARG) untuk mendukung kegiatan strategis, pemberdayaan perempuan, dan pencegahan diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender.

“Dengan langkah-langkah ini, Aceh dapat membangun masa depan yang adil, setara, dan inklusif bagi semua”, tutupnya.

Momentum damai dan kemerdekaan mengingatkan kita bahwa merawat damai dan merdeka membutuhkan kerja bersama. Sebagai perempuan akar rumput, mereka siap terus berkontribusi di tingkat komunitas, mengingatkan, dan mengisi agar damai ini terjaga.

Tags: Flower AcehHari Damai AcehHUT RI ke-80
Previous Post

Mohamed Salah Raih Penghargaan Pemain Terbaik PFA

Next Post

Newcastle Pusing, Isak Ngambek Setelah Gagal Gabung Liverpool

Related Posts

DLHK3 Kerahkan 75 Petugas Bersihkan Banda Aceh Pasca Kericuhan Hari Damai Aceh

by Aininadhirah
16 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan kondisi ibu kota Aceh kembali aman dan kondusif setelah insiden yang terjadi di kawasan...

Fadhlullah: Jaga Perdamaian Aceh, Tidak Ada Keuntungan dalam Keributan

by Riska Zulfira
15 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun....

Mualem Ajak Warga Aceh Rawat Perdamaian, Bukan Sekadar Diperingati

by Redaksi
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga dan merawat perdamaian yang telah berlangsung selama 21...

Next Post

Newcastle Pusing, Isak Ngambek Setelah Gagal Gabung Liverpool

Melihat Orangutan Sumatera di Hutan Leuser

OIC Kampanyekan Stop Perdagangan Orangutan

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co