MASAKINI.CO – Banjir landa Kabupaten Aceh Singkil setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam sepekan ini.
Staff Pusdatin BPBA, Haslinda, melaporkan bahwa luapan Sungai Lae Cinendang dan Sungai Lae Soraya menjadi pemicu utama banjir yang kini berdampak pada sedikitnya 647 kepala keluarga atau 2.591 jiwa di lima kecamatan.
“Banjir ini terjadi di empat kecamatan dan mengenangi sembilan gampong,” kata Haslida, Minggu (23/11/2025).
Banjir paling luas terjadi di Kecamatan Singkil, terutama di Gampong Rantau Gedang yang menampung 175 KK atau 678 jiwa dan Teluk Rumbia sebanyak 262 KK atau 1.127 jiwa. Sejumlah desa lain seperti Kilangan Dusun 3 Impres, Kuta Simboling, serta Pea Bumbung juga turut terendam. Sementara di Kecamatan Singkil Utara, Gampong Kampung Baru mencatat 83 KK terdampak banjir. Wilayah lain seperti Tanah Merah di Kecamatan Gunung Meriah serta Desa Butar di Kecamatan Kuta Baharu tengah melalui proses pendataan lanjutan.
Selain merendam rumah penduduk, banjir juga mengganggu sejumlah fasilitas publik. Jalan penghubung Gunung Meriah – Singkohor di Desa Cingkam sempat terputus, sementara jalan desa di Kampung Baru, Tinanggam, Teluk Rumbia, hingga Kilangan Dusun 3 Impres tidak dapat dilalui karena genangan air. Gedung SDN Kampung Baru dan TPA Ilman Nafian juga ikut terendam. Di Desa Pea Bumbung, Jalan Mitigasi Bencana terputus total, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
BPBD Aceh Singkil telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan penanganan awal serta memantau kondisi warga. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Sebanyak 11 KK sempat mengungsi di Gampong Kampung Baru, namun seluruhnya telah kembali ke rumah setelah air surut,” ujarnya.
Hingga siang tadi, beberapa desa mulai menunjukkan perbaikan kondisi. Banjir di Desa Cingkam dan Kampung Baru telah surut sepenuhnya, bahkan jalan penghubung yang sebelumnya terputus di Cingkam sudah diperbaiki. Namun, di Desa Butar ketinggian air masih sekitar 40 sentimeter. Begitu pula di Desa Rantau Gedang, Teluk Rumbia, Kilangan Dusun 3 Impres, dan Kuta Simboling, di mana genangan masih berkisar di angka yang sama.
Haslinda menyebut bahwa tim BPBA dan BPBD masih melakukan pemantauan karena hujan tetap turun di sebagian besar wilayah Aceh Singkil.
“Monitoring terus dilakukan, termasuk komunikasi dengan seluruh kabupaten dan kota lainnya. Cuaca belum stabil,” kata Haslinda.










Discussion about this post