MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mulai mematangkan langkah menuju fase pemulihan pascabencana hidrometeorologi dengan menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Penyusunan dokumen tersebut sebelumnya dibahas dalam rapat bersama seluruh jajaran Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait.
Dokumen R3P akan menjadi peta jalan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh.
Sekda Aceh M. Nasir menjelaskan, meskipun Aceh masih berada dalam fase Tanggap Darurat II yang berlangsung hingga 8 Januari, pemerintah perlu menyiapkan perencanaan pemulihan sejak dini agar penanganan pascabencana dapat berjalan cepat dan terarah.
“Penanganan darurat tetap berjalan, namun perencanaan pemulihan harus disiapkan sekarang. R3P ini akan menjadi dasar koordinasi lintas sektor dalam rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar M. Nasir, Jumat (2/1/2025).
Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini ditetapkan sebagai bencana berskala nasional, sehingga membutuhkan dokumen perencanaan yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis data untuk mendukung keterlibatan pemerintah pusat.
Sementara itu, Asisten II Sekda Aceh, Zulkifli, mengatakan rapat tersebut juga difokuskan pada penyusunan strategi agar dokumen R3P dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai kebutuhan lapangan. Menurutnya, kecepatan dan ketepatan dokumen sangat menentukan efektivitas pemulihan pascabencana.
Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menegaskan bahwa penyusunan R3P merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan komitmen seluruh pihak. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan monitoring berkelanjutan agar dokumen tersebut benar-benar dapat digunakan sebagai acuan pembangunan kembali wilayah terdampak.
Melalui penyusunan R3P, Pemerintah Aceh berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih terarah, mempercepat pemulihan masyarakat, serta memulihkan infrastruktur dan aktivitas ekonomi di daerah terdampak secara berkelanjutan.










Discussion about this post