MASAKINI.CO – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat penanganan permanen jalan dan jembatan yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan konektivitas masyarakat, memperlancar arus transportasi, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan seluruh ruas jalan nasional di Aceh kini telah kembali berfungsi 100 persen. Sementara itu, pemerintah terus mempercepat pembangunan permanen terhadap sejumlah jembatan yang saat ini masih menggunakan konstruksi sementara.
“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100 persen dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Dody, mengutip infopublik.id, Minggu (5/7/2026).
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani 36 titik infrastruktur yang tersebar di jalur Lintas Timur, Lintas Barat, dan Lintas Tengah Aceh. Penanganan meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi jalan, pembangunan jembatan, penguatan lereng, perlindungan tebing sungai, hingga pekerjaan struktur pendukung untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bencana.
Di koridor Lintas Timur, pekerjaan dilakukan pada 17 titik yang terdiri atas 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan. Sementara di Lintas Barat, penanganan difokuskan pada dua ruas jalan nasional serta Jembatan Krueng Beutong.
Adapun di Lintas Tengah, perbaikan berlangsung di 16 titik yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah. Selain memperbaiki badan jalan dan jembatan, pemerintah juga melakukan penguatan lereng dan tebing sungai sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Salah satu proyek yang mencatat progres signifikan adalah pembangunan kembali Jembatan Lawe Mengkudu I. Hingga 28 Juni 2026, progres konstruksi telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.
Jembatan tersebut dibangun kembali dengan struktur yang lebih kuat dan aman setelah terdampak bencana. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat distribusi barang dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.








Discussion about this post