MASAKINI.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, menyebutkan proporsi pekerja tidak penuh di Aceh mengalami peningkatan pada November 2025. Kondisi ini menunjukkan masih banyak tenaga kerja yang bekerja dengan jam kerja terbatas atau belum memperoleh pekerjaan yang stabil.
Agus Andria menjelaskan, persentase setengah penganggur meningkat menjadi 15,94 persen pada November 2025. Angka tersebut naik dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 13,83 persen.
“Setengah penganggur merupakan pekerja yang bekerja di bawah jam kerja normal dan masih mencari tambahan pekerjaan,” ujarnya.
Selain itu, pekerja paruh waktu juga masih cukup besar, yakni mencapai 28,39 persen pada November 2025.
Di sisi lain, proporsi pekerja penuh justru mengalami penurunan. Pada Agustus 2025, pekerja penuh tercatat sebesar 58,75 persen, kemudian turun menjadi 55,67 persen pada November 2025. Penurunan ini menandakan semakin banyak pekerja yang belum memperoleh pekerjaan dengan jam kerja optimal.
Agus juga menyampaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh pada November 2025 tercatat sebesar 5,60 persen. Angka tersebut meningkat tipis sebesar 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Ia menambahkan, tingkat pengangguran di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Pada November 2025, TPT di perkotaan mencapai 8,12 persen, sedangkan perdesaan sebesar 3,85 persen.
Menurut Agus, meningkatnya pekerja tidak penuh menjadi gambaran bahwa sebagian masyarakat Aceh masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pekerjaan dengan jam kerja yang memadai dan berkelanjutan.










Discussion about this post