MASAKINI.CO – Sebanyak 1.290 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Aceh berhasil menembus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Capaian ini menjadi indikator kuat meningkatnya daya saing pendidikan madrasah di tingkat nasional.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Aceh, Khairul Azhar, menyampaikan bahwa SNBP merupakan jalur seleksi tanpa ujian tertulis yang menilai prestasi akademik dan nonakademik siswa berdasarkan rapor dan portofolio.
“SNBP memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, proses SNBP 2026 berlangsung sejak Januari hingga Februari, dimulai dari pengisian data sekolah dan siswa, hingga pengumuman hasil pada 31 Maret 2026. Secara nasional, seleksi ini diikuti ratusan ribu peserta dengan tingkat persaingan yang ketat karena keterbatasan kuota.
Dari total 1.290 siswa yang lulus, sebaran terbesar berasal dari sejumlah daerah dengan kontribusi signifikan. Kabupaten Bireuen mencatat 143 siswa, disusul Aceh Besar 140 siswa, Lhokseumawe 138 siswa, serta Banda Aceh sebanyak 124 siswa. Sementara daerah lain seperti Aceh Utara (119 siswa), Aceh Barat (91 siswa), dan Langsa (85 siswa) juga menunjukkan capaian yang cukup tinggi.
Meski demikian, terdapat pula daerah dengan jumlah kelulusan relatif kecil, seperti Simeulue dan Aceh Jaya yang masing-masing hanya mencatat enam siswa, serta Gayo Lues tujuh siswa. Ketimpangan ini menjadi catatan penting bagi pemerataan kualitas pendidikan madrasah di Aceh.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, Azhari, mengapresiasi capaian tersebut dan menilai keberhasilan ini membuktikan madrasah mampu bersaing dengan sekolah umum dalam seleksi nasional.
“Ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi unggul yang kompetitif di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Capaian 1.290 siswa ini tidak hanya menjadi angka, tetapi juga penegasan bahwa madrasah di Aceh mulai memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mampu bersaing di jalur prestasi nasional.










Discussion about this post