MASAKINI.CO – Tempat penitipan anak (daycare) ilegal Baby Preneur di Kecamatan Syiah Kuala resmi disegel permanen setelah terbukti terlibat dalam kasus kekerasan terhadap anak. Penyegelan dilakukan usai hasil penyelidikan aparat kepolisian menemukan adanya pelanggaran serius di lokasi tersebut.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengatakan keputusan penyegelan permanen diambil setelah melalui proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
“Kita akan melakukan penyegelan permanen, karena memang sudah terbukti setelah diperiksa pihak Polresta ada kesalahan-kesalahan setelah dilakukan penyelidikan dan owner juga sudah dalam penahanan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, meskipun pihak pengelola sempat mengurus perizinan, daycare tersebut tetap tidak diizinkan untuk kembali beroperasi.
“Meski sudah mengurus surat perizinan, tempat ini tidak kami izinkan lagi untuk beroperasi seperti biasanya. Begitu juga dengan daycare lainnya juga diharapkan untuk secepatnya mengurus surat perizinan,” lanjutnya.
Selain itu, operasional daycare tersebut juga dinilai melanggar aturan daerah, yakni Qanun Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum), khususnya Pasal 15 yang mengatur penyelenggaraan usaha dan aktivitas yang wajib memenuhi ketentuan perizinan.
Kasus ini mencuat setelah terungkap adanya kekerasan terhadap seorang balita perempuan berusia 18 bulan di daycare tersebut. Dari hasil asesmen awal, kekerasan dilakukan oleh pengasuh dan terjadi lebih dari satu kali.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh juga menegaskan bahwa daycare tersebut tidak memiliki izin operasional. Pemerintah setempat pun telah merilis enam tempat penitipan anak yang dinyatakan legal dan memenuhi syarat administrasi.
Selain penindakan, pemerintah juga terus mendorong pengawasan terhadap seluruh daycare guna memastikan standar perlindungan anak terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang.










Discussion about this post