MASAKNI.CO – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai surut setelah sebelumnya merendam permukiman warga dan menutup akses Jalan Kutacane–Medan.
Staf Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Haslinda, mengatakan kondisi terkini di lokasi terdampak sudah berangsur membaik dan arus lalu lintas kembali dapat dilalui kendaraan.
“Akses Jalan Kutacane–Medan sudah bisa dilalui kembali dan air mulai surut,” ujar Haslinda, Senin (11/5/2026).
Sebelumnya, banjir terjadi sejak Sabtu, 9 Mei lalu. sekitar pukul 22.00 WIB akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara sejak sore hari.
Derasnya arus sungai membawa material kayu gelondongan dan bebatuan hingga menyumbat jembatan. Akibatnya, air bercampur lumpur meluap ke permukiman warga di Desa Lawe Tua Gabungan dan Desa Lawe Tua Makmur.
Data sementara BPBD mencatat tiga rumah mengalami rusak berat, 15 rumah rusak sedang, serta 29 rumah lainnya dipenuhi lumpur akibat terjangan banjir.
Bencana tersebut berdampak terhadap 47 kepala keluarga atau 158 jiwa. Rinciannya, 42 kepala keluarga berasal dari Desa Lawe Tua Persatuan dan lima kepala keluarga dari Desa Lawe Tua Makmur.
Meski menyebabkan kerusakan rumah dan sempat melumpuhkan jalur nasional, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Aceh Tenggara menurunkan satu unit alat berat excavator dan mengerahkan tim reaksi cepat bersama personel damkar guna membersihkan lumpur serta material banjir di lokasi terdampak.










Discussion about this post