MASAKINI.CO – Pemerintah Indonesia menempuh langkah diplomatik yang lebih agresif dalam upaya penyelamatan empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 yang disandera kelompok pembajak di perairan Somalia. Kementerian Luar Negeri RI bahkan mengonfirmasi telah membuka komunikasi langsung dengan pihak pembajak.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan komunikasi lintas pihak terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan para sandera.
“Kami sudah melakukan komunikasi, termasuk langsung dengan pembajaknya,” ujar Sugiono, mengutip infopublik, Jumat (22/5/2026).
Selain jalur langsung, pemerintah juga mengoptimalkan jejaring diplomatik melalui KBRI Nairobi di Kenya serta KBRI Islamabad dan KJRI Karachi di Pakistan untuk memperkuat negosiasi dan pemantauan situasi di lapangan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, memastikan keempat WNI dalam kondisi baik. Proses penanganan kasus pembajakan yang terjadi pada 22 April 2026 di perairan sekitar Hafun, Somalia, itu masih terus berlangsung dengan melibatkan otoritas setempat dan sejumlah pihak terkait.
Kapal MT Honour 25 diketahui diawaki 16 orang, terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar. Para WNI tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Di tengah proses negosiasi, pemerintah juga memastikan kebutuhan logistik para sandera tetap terpenuhi, termasuk jaminan pembayaran gaji dari pihak perusahaan.
Kemlu menegaskan, fokus utama saat ini adalah pembebasan seluruh awak kapal dengan mengedepankan keselamatan, sembari memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali menimpa WNI di sektor pelayaran internasional.









Discussion about this post