MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pemadaman Berulang, DPRK Minta Aceh Bangun Sistem Kelistrikan Mandiri

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Mei 2026
in News
0

Dua petugas PT PLN tengah melakukan perbaikan jaringan listrik. | Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mendesak pemerintah pusat dan PT PLN untuk memperkuat kemandirian sistem kelistrikan Aceh agar tidak terus bergantung pada jaringan interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Desakan itu muncul menyusul pemadaman listrik yang terjadi dalam dua hari terakhir dan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.

RelatedPosts

Satpol PP-WH Banda Aceh Tegaskan Pengawasan Syariat Dilakukan Secara Berkelanjutan

Gedung BAA Disiapkan Jadi Pusat Inovasi Digital Banda Aceh

Tak Sekadar Doa, Ziarah Makam Ulama Didorong Jadi Media Dakwah Ekologi

Menurut Tuanku, ketergantungan Aceh terhadap sistem kelistrikan regional membuat daerah ini rentan terdampak setiap kali terjadi gangguan transmisi atau pasokan energi di luar wilayah Aceh. Kondisi tersebut dinilai berisiko menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga investasi.

“Aceh tidak boleh terus berada dalam posisi rentan akibat ketergantungan penuh pada sistem Sumbagut. Kejadian pemadaman listrik dalam dua hari ini sangat merugikan dan memberi trauma yang mendalam bagi warga Aceh,” kata Tuanku Muhammad, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, meskipun Aceh masih memiliki surplus daya listrik, kondisi tersebut belum menjamin keamanan pasokan energi. Data PLN menunjukkan beban puncak listrik Aceh pada malam pergantian tahun 2024 mencapai sekitar 516 megawatt (MW), sementara daya mampu pasok mencapai 733 MW. Pada 2023, daya mampu kelistrikan Aceh bahkan tercatat 822 MW dengan beban puncak sekitar 567 MW.

Namun, kata dia, surplus daya tersebut tetap bergantung pada sistem interkoneksi Sumbagut. Akibatnya, gangguan yang terjadi di luar Aceh dapat langsung memengaruhi pasokan listrik di daerah ini. Ia mencontohkan gangguan regasifikasi LNG pada 2022 yang menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara kehilangan pasokan hingga 1.124 MW dan berujung pada pemadaman listrik di berbagai wilayah Aceh.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Komisi III DPRK Banda Aceh mendorong penguatan pembangkit lokal sebagai cadangan energi strategis. Salah satu langkah yang dianggap paling realistis adalah mengaktifkan kembali dan mengoptimalkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Ladong di Aceh Besar.

“PLTG Ladong harus menjadi prioritas revitalisasi. Aceh memiliki sumber gas dan infrastruktur yang dapat mendukung pembangkit ini beroperasi maksimal. Jika diaktifkan secara optimal, PLTG Ladong bisa menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi Aceh,” ujarnya.

Selain PLTG Ladong, Aceh saat ini juga ditopang oleh sejumlah pembangkit lain seperti PLTU Nagan Raya, PLTMG Arun, pembangkit diesel, serta pembangkit tenaga air skala kecil dan menengah. Tuanku menilai potensi energi lokal tersebut perlu dioptimalkan mengingat kebutuhan listrik diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan industri, pembangunan fasilitas kesehatan, sektor pendidikan, dan masuknya investasi baru.

Karena itu, DPRK Banda Aceh meminta Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat segera menyusun peta jalan ketahanan energi daerah yang berfokus pada penguatan pembangkit lokal, optimalisasi aset energi yang telah tersedia, serta pembangunan sistem kelistrikan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Sudah saatnya Aceh memiliki sistem kelistrikan yang mandiri demi masa depan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tegas Tuanku.

Tags: DPRK Banda AcehKelistrikan AcehKetahanan EnergiPLTG LadongSumbagut
Previous Post

Harga Tomat Melonjak Tajam, Tembus Rp25 Ribu per Kilogram

Next Post

Pasokan Seret, Harga Cabai Merah  Melonjak hingga Rp50 Ribu

Related Posts

DPRK Banda Aceh Menyarankan Agar Daycare Diaudit Dan Bentuk Regulasi Khusus

by Redaksi
6 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Komisi IV DPRK Banda Aceh menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait tindak lanjut kekerasan terhadap anak dan daycare tanpa izin....

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

by Riska Zulfira
15 April 2026
0

MASAKINI.CO – Budidaya tiram di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, terus berkembang dan mulai menunjukkan peran penting sebagai sumber...

DPRK Usul Lahan Eks Hotel Aceh dan Geunta Plaza Dijadikan Ruang Terbuka Hijau

by Riska Zulfira
15 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Lahan eks Hotel Aceh dan Geunta Plaza yang berada di pusat Kota Banda Aceh hingga kini masih terbengkalai...

Next Post

Pasokan Seret, Harga Cabai Merah  Melonjak hingga Rp50 Ribu

LPG 3 Kilo Diserbu Warga di Pasar Tani Lampineung

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co