MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, September 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pemadaman Berulang, DPRK Minta Aceh Bangun Sistem Kelistrikan Mandiri

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Mei 2026
in News
0

Dua petugas PT PLN tengah melakukan perbaikan jaringan listrik. | Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mendesak pemerintah pusat dan PT PLN untuk memperkuat kemandirian sistem kelistrikan Aceh agar tidak terus bergantung pada jaringan interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Desakan itu muncul menyusul pemadaman listrik yang terjadi dalam dua hari terakhir dan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.

RelatedPosts

Kebakaran Tiga Rumah Barak di Aceh Selatan, Anak 5 Tahun Meninggal Dunia

Seksi Padang Tiji-Seulimeum Tol Sibanceh Ditutup Sementara untuk Uji Kelayakan Operasi

Jelang Maulid Nabi, Harga Ikan Tongkol dan Udang di Banda Aceh Naik

Menurut Tuanku, ketergantungan Aceh terhadap sistem kelistrikan regional membuat daerah ini rentan terdampak setiap kali terjadi gangguan transmisi atau pasokan energi di luar wilayah Aceh. Kondisi tersebut dinilai berisiko menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga investasi.

“Aceh tidak boleh terus berada dalam posisi rentan akibat ketergantungan penuh pada sistem Sumbagut. Kejadian pemadaman listrik dalam dua hari ini sangat merugikan dan memberi trauma yang mendalam bagi warga Aceh,” kata Tuanku Muhammad, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, meskipun Aceh masih memiliki surplus daya listrik, kondisi tersebut belum menjamin keamanan pasokan energi. Data PLN menunjukkan beban puncak listrik Aceh pada malam pergantian tahun 2024 mencapai sekitar 516 megawatt (MW), sementara daya mampu pasok mencapai 733 MW. Pada 2023, daya mampu kelistrikan Aceh bahkan tercatat 822 MW dengan beban puncak sekitar 567 MW.

Namun, kata dia, surplus daya tersebut tetap bergantung pada sistem interkoneksi Sumbagut. Akibatnya, gangguan yang terjadi di luar Aceh dapat langsung memengaruhi pasokan listrik di daerah ini. Ia mencontohkan gangguan regasifikasi LNG pada 2022 yang menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara kehilangan pasokan hingga 1.124 MW dan berujung pada pemadaman listrik di berbagai wilayah Aceh.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Komisi III DPRK Banda Aceh mendorong penguatan pembangkit lokal sebagai cadangan energi strategis. Salah satu langkah yang dianggap paling realistis adalah mengaktifkan kembali dan mengoptimalkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Ladong di Aceh Besar.

“PLTG Ladong harus menjadi prioritas revitalisasi. Aceh memiliki sumber gas dan infrastruktur yang dapat mendukung pembangkit ini beroperasi maksimal. Jika diaktifkan secara optimal, PLTG Ladong bisa menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi Aceh,” ujarnya.

Selain PLTG Ladong, Aceh saat ini juga ditopang oleh sejumlah pembangkit lain seperti PLTU Nagan Raya, PLTMG Arun, pembangkit diesel, serta pembangkit tenaga air skala kecil dan menengah. Tuanku menilai potensi energi lokal tersebut perlu dioptimalkan mengingat kebutuhan listrik diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan industri, pembangunan fasilitas kesehatan, sektor pendidikan, dan masuknya investasi baru.

Karena itu, DPRK Banda Aceh meminta Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat segera menyusun peta jalan ketahanan energi daerah yang berfokus pada penguatan pembangkit lokal, optimalisasi aset energi yang telah tersedia, serta pembangunan sistem kelistrikan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Sudah saatnya Aceh memiliki sistem kelistrikan yang mandiri demi masa depan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tegas Tuanku.

Tags: DPRK Banda AcehKelistrikan AcehKetahanan EnergiPLTG LadongSumbagut
Previous Post

Harga Tomat Melonjak Tajam, Tembus Rp25 Ribu per Kilogram

Next Post

Pasokan Seret, Harga Cabai Merah  Melonjak hingga Rp50 Ribu

Related Posts

Illiza Tegaskan Perubahan APBK Banda Aceh Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

by Redaksi
2 September 2026
0

MASAKINI,CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan perubahan kebijakan anggaran Pemerintah Kota Banda Aceh tidak hanya sebatas...

Wali Kota Serahkan Dokumen RKUA PPAS Perubahan ke DPRK

by Redaksi
25 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mengajukan perubahan kebijakan anggaran 2026 dengan proyeksi pendapatan daerah meningkat Rp201,95 miliar dibandingkan APBK...

DPRK-Pemko Banda Aceh Sepakat Tata Ulang Taman Sari dan Putroe Phang

by Riska Zulfira
15 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama DPRK Banda Aceh menyepakati revitalisasi dua ruang publik ikonik kota, yakni Taman Sari...

Next Post

Pasokan Seret, Harga Cabai Merah  Melonjak hingga Rp50 Ribu

LPG 3 Kilo Diserbu Warga di Pasar Tani Lampineung

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co