MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan layanan pengawasan dan respons cepat terhadap berbagai persoalan masyarakat dapat berjalan selama 24 jam melalui Command Center yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.
Saat ini, pemerintah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tengah mematangkan berbagai persiapan, mulai dari penyediaan sarana pendukung, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga mekanisme koordinasi antarinstansi yang akan terlibat dalam operasional pusat kendali tersebut.
Asisten III Sekretariat Daerah Kota Banda Aceh, Muhammad Nurdin, mengatakan Command Center disiapkan sebagai pusat pengawasan dan pelayanan yang memungkinkan pemerintah memantau kondisi kota secara real time sekaligus mempercepat tindak lanjut terhadap berbagai laporan masyarakat.
“Tujuannya agar pemerintah bisa memberikan pelayanan selama 24 jam dan hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan,” kata Nurdin saat meninjau ruang command center, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, sejumlah OPD teknis seperti Satpol PP dan WH, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya akan terhubung langsung dengan sistem Command Center. Masing-masing instansi nantinya menempatkan petugas atau pejabat yang memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan sesuai bidang tugasnya.
Dengan sistem tersebut, berbagai persoalan yang terpantau maupun laporan yang diterima dapat langsung diteruskan kepada instansi terkait tanpa harus melalui proses koordinasi yang panjang.
“Jadi nanti ada kendali dan komando di Command Center. Setiap OPD yang terlibat akan menyiapkan petugas sehingga tindak lanjut terhadap kejadian di lapangan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Operasional Command Center juga akan didukung jaringan kamera pengawas atau CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis di Banda Aceh. Keberadaan kamera tersebut akan menjadi mata pemerintah dalam memantau kondisi kota selama 24 jam.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan saat ini terdapat 72 titik CCTV yang telah terpasang di berbagai kawasan.
Sebanyak 30 unit CCTV berada di kawasan Ulee Lheue yang dipasang sejak tahun lalu. Selain itu, kamera pengawas juga telah terpasang di Jalan Diponegoro, kawasan Mall Pelayanan Publik, Jalan Kartini Peunayong, dan underpass Beurawe.
Tahun ini, pemerintah kembali menambah jaringan pengawasan dengan menargetkan pemasangan delapan unit CCTV di kawasan belakang Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih intensif.
Nurdin menegaskan, meski Command Center akan mulai diluncurkan tahun ini, pengembangannya akan terus dilakukan secara bertahap agar mampu menjadi pusat layanan dan pengawasan kota yang semakin efektif.








Discussion about this post