MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, September 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Aceh Dorong Sistem Resi Gudang dan Hilirisasi Nilam untuk Perkuat Pasar Global

Riska Zulfira by Riska Zulfira
23 Juli 2026
in Daerah
0

Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, pada Rabu (22/7/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah baru untuk memperkuat industri minyak nilam, mulai dari pembenahan sektor hulu hingga mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan tersebut memiliki nilai tambah lebih besar.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan solusi yang disiapkan saat ini adalah penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) bagi petani nilam serta pengembangan industri hilir minyak nilam.

RelatedPosts

Pemko Banda Aceh Perkuat Ekosistem Talenta Digital, BAA dan GSIH Jadi Fokus

Bank Aceh Syariah Salurkan Zakat Rp400 Juta, Baitul Mal Aceh Besar Siapkan Program untuk Mustahik

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Fokus Perkuat Layanan Keagamaan Masyarakat

“Solusinya untuk saat ini adalah penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk petani nilam, kemudian mengembangkan hilirisasi minyak nilam,” kata Mualem melalui Nurlis di Banda Aceh, Kamis (23/7/2026).

Nurlis menjelaskan, rencana tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam yang digelar Pemerintah Aceh pada Rabu (22/7/2026). Rapat itu digelar setelah Gubernur Aceh meminta Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani dan pelaku usaha minyak nilam.

Dalam rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Robby Irza, terungkap adanya kondisi yang berbanding terbalik dalam industri nilam. Di satu sisi, permintaan minyak nilam dunia terus meningkat, namun di sisi lain petani dan pelaku usaha nilam Aceh masih menghadapi berbagai kendala.

“Permintaan minyak nilam dunia sangat tinggi, namun petani dan pelaku bisnis nilam di Aceh malah kesulitan,” ujar Nurlis.

Saat ini, kebutuhan minyak nilam dunia mencapai sekitar 2.500 ton per tahun, sementara produksi global baru sekitar 1.600 ton per tahun. Indonesia menjadi pemasok utama dengan kontribusi sekitar 90 persen produksi minyak nilam dunia, dan sekitar 30 persen di antaranya berasal dari Aceh.

Minyak nilam Aceh dikenal memiliki kualitas unggul karena kandungan Patchouli Alcohol (PA) yang tinggi. Produk tersebut banyak digunakan sebagai bahan pencampur industri parfum, kosmetik, farmasi, hingga aromaterapi dunia.

Namun, Teuku Robby mengatakan pengembangan industri nilam Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada sektor hulu. Di antaranya fluktuasi harga, ketidakpastian pasar, keterbatasan akses pembiayaan, belum adanya standar budidaya yang seragam, serta kualitas bahan baku yang belum konsisten.

Menurutnya, penerapan Sistem Resi Gudang menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan harga yang kerap dipengaruhi spekulan. Melalui sistem tersebut, petani memiliki posisi tawar lebih baik dalam menyimpan dan menjual hasil produksinya.

“Untuk mengatasi masalah fluktuasi harga karena permainan spekulan, maka diperlukan SRG bagi petani nilam di Aceh. Di sini diperlukan peran pemerintah untuk merealisasikannya,” kata Robby.

Selain pembenahan sektor hulu, Pemerintah Aceh juga mendorong pembangunan industri refinery agar minyak nilam tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Robby menyebut, untuk memenuhi kebutuhan pasar global, industri nilam Aceh harus memenuhi sejumlah persyaratan, yakni jaminan mutu, kesinambungan pasokan, praktik perdagangan yang adil, serta sistem ketertelusuran digital.

“Untuk memenuhi syarat tersebut, Aceh membutuhkan industri refinery. Saat ini perkembangan industri nilam Aceh berada pada tahap awal hilir, yaitu perencanaan pembangunan industri refinery,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Aceh akan mengusulkan penerapan SRG komoditas nilam kepada Kementerian Perdagangan, memperkuat pembinaan petani secara terpadu, serta mendorong pembentukan asosiasi atau komunitas Nilam Aceh.

Selain itu, Pemerintah Aceh akan membentuk tim kerja lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk memperkuat pengembangan industri nilam secara berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Aceh berharap minyak nilam dapat menjadi komoditas ekspor yang semakin berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu penghasil minyak nilam berkualitas dunia.

Tags: Hilirisasi Nilam Acehindustri minyak nilamPemerintah AcehSistem Resi Gudang
Previous Post

Komisi IX DPR RI Soroti Layanan Kesehatan Aceh, BPJS Ungkap Capaian UHC Capai 95,28 Persen

Next Post

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

Related Posts

Sekda Aceh Minta SKPA Percepat Persiapan Perubahan RKPA 2026, Pastikan Anggaran Realistis

by Riska Zulfira
4 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mempercepat persiapan...

Rapergub Pelayaran Krueng Geukuh–Penang Mulai Disusun

by Redaksi
4 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mulai menyusun Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) sebagai dasar pengaturan teknis dan operasional rencana pembukaan jalur pelayaran...

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, Mualem Minta Aceh Perkuat Mitigasi Bencana

by Redaksi
3 September 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh jajaran pemerintah dan unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan curah...

Next Post

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

Penonton Dipisah, Nadhif Basalamah Apresiasi Penerapan Syariat Islam di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co