MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Juli 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Aceh Dorong Sistem Resi Gudang dan Hilirisasi Nilam untuk Perkuat Pasar Global

Riska Zulfira by Riska Zulfira
23 Juli 2026
in Daerah
0

Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, pada Rabu (22/7/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah baru untuk memperkuat industri minyak nilam, mulai dari pembenahan sektor hulu hingga mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan tersebut memiliki nilai tambah lebih besar.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan solusi yang disiapkan saat ini adalah penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) bagi petani nilam serta pengembangan industri hilir minyak nilam.

RelatedPosts

Wali Kota Sabang Raih Pemred Award 2026 Bidang Komunikasi Publik

Pemko Banda Aceh Terima Hibah Aset dari PN, Perkuat Tata Kelola Barang Milik Daerah

Pemerintah Percepat Huntap Korban Banjir-Longsor, Aceh Ikuti Rakornas Pemulihan Pascabencana

“Solusinya untuk saat ini adalah penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk petani nilam, kemudian mengembangkan hilirisasi minyak nilam,” kata Mualem melalui Nurlis di Banda Aceh, Kamis (23/7/2026).

Nurlis menjelaskan, rencana tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi Hilirisasi Nilam yang digelar Pemerintah Aceh pada Rabu (22/7/2026). Rapat itu digelar setelah Gubernur Aceh meminta Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani dan pelaku usaha minyak nilam.

Dalam rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Robby Irza, terungkap adanya kondisi yang berbanding terbalik dalam industri nilam. Di satu sisi, permintaan minyak nilam dunia terus meningkat, namun di sisi lain petani dan pelaku usaha nilam Aceh masih menghadapi berbagai kendala.

“Permintaan minyak nilam dunia sangat tinggi, namun petani dan pelaku bisnis nilam di Aceh malah kesulitan,” ujar Nurlis.

Saat ini, kebutuhan minyak nilam dunia mencapai sekitar 2.500 ton per tahun, sementara produksi global baru sekitar 1.600 ton per tahun. Indonesia menjadi pemasok utama dengan kontribusi sekitar 90 persen produksi minyak nilam dunia, dan sekitar 30 persen di antaranya berasal dari Aceh.

Minyak nilam Aceh dikenal memiliki kualitas unggul karena kandungan Patchouli Alcohol (PA) yang tinggi. Produk tersebut banyak digunakan sebagai bahan pencampur industri parfum, kosmetik, farmasi, hingga aromaterapi dunia.

Namun, Teuku Robby mengatakan pengembangan industri nilam Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada sektor hulu. Di antaranya fluktuasi harga, ketidakpastian pasar, keterbatasan akses pembiayaan, belum adanya standar budidaya yang seragam, serta kualitas bahan baku yang belum konsisten.

Menurutnya, penerapan Sistem Resi Gudang menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan harga yang kerap dipengaruhi spekulan. Melalui sistem tersebut, petani memiliki posisi tawar lebih baik dalam menyimpan dan menjual hasil produksinya.

“Untuk mengatasi masalah fluktuasi harga karena permainan spekulan, maka diperlukan SRG bagi petani nilam di Aceh. Di sini diperlukan peran pemerintah untuk merealisasikannya,” kata Robby.

Selain pembenahan sektor hulu, Pemerintah Aceh juga mendorong pembangunan industri refinery agar minyak nilam tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Robby menyebut, untuk memenuhi kebutuhan pasar global, industri nilam Aceh harus memenuhi sejumlah persyaratan, yakni jaminan mutu, kesinambungan pasokan, praktik perdagangan yang adil, serta sistem ketertelusuran digital.

“Untuk memenuhi syarat tersebut, Aceh membutuhkan industri refinery. Saat ini perkembangan industri nilam Aceh berada pada tahap awal hilir, yaitu perencanaan pembangunan industri refinery,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Aceh akan mengusulkan penerapan SRG komoditas nilam kepada Kementerian Perdagangan, memperkuat pembinaan petani secara terpadu, serta mendorong pembentukan asosiasi atau komunitas Nilam Aceh.

Selain itu, Pemerintah Aceh akan membentuk tim kerja lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk memperkuat pengembangan industri nilam secara berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Aceh berharap minyak nilam dapat menjadi komoditas ekspor yang semakin berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu penghasil minyak nilam berkualitas dunia.

Tags: Hilirisasi Nilam Acehindustri minyak nilamPemerintah AcehSistem Resi Gudang
Previous Post

Komisi IX DPR RI Soroti Layanan Kesehatan Aceh, BPJS Ungkap Capaian UHC Capai 95,28 Persen

Related Posts

Aceh Usulkan Bentuk Badan Jaminan Kesehatan Sendiri, Tekan Beban Anggaran BPJS Rp550 Miliar

by Redaksi
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mengusulkan perubahan regulasi sistem jaminan kesehatan nasional agar daerah dapat membentuk badan jaminan kesehatan sendiri. Usulan...

Gubernur Sampaikan Raqan Pertanggungjawaban APBA 2025, Pendapatan Aceh Capai Rp10,70 Triliun

by Riska Zulfira
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai membahas Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh...

Pemerintah Percepat Huntap Korban Banjir-Longsor, Aceh Ikuti Rakornas Pemulihan Pascabencana

by Ahmad Mufti
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mengikuti rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor,...

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co