MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Kejari Banda Aceh Eksekusi Pidana Kerja Sosial Terpidana Penipuan Perumahan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
29 Juli 2026
in News
0

Seorang terpidana kasus penipuan penjualan rumah berinisial K, dieksekusi kerja sosial, Selasa (28/7/2026) | Foto: Kejari Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi pidana kerja sosial terhadap seorang terpidana kasus penipuan penjualan rumah berinisial K, Selasa (28/7/2026). Eksekusi tersebut menjadi pelaksanaan pidana kerja sosial kedua di wilayah hukum Kejari Banda Aceh sejak berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Eksekusi dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB di Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyyah, Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 64/Pid.B/2026/PN Bna yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

RelatedPosts

Banjir Subulussalam Meluas ke 21 Gampong, 2.013 Rumah Terendam

Aparat Ungkap Ladang Ganja 18 Hektare di Aceh Utara, Empat Orang Diamankan

Illiza Tunjuk Sulthan Muhammad Yus Jadi Jubir Kota Banda Aceh

Kepala Seksi Intelijen Kejari Banda Aceh, Muhammad Kadafi, mengatakan pelaksanaan pidana kerja sosial merupakan tindak lanjut putusan pengadilan terhadap terpidana yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 KUHP Nasional.

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhkan pidana kerja sosial selama 150 jam yang dilaksanakan di Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyyah. Terpidana diwajibkan menjalani kerja sosial selama lima jam per hari dalam jangka waktu 10 hari setiap bulan di bawah pengawasan Jaksa Penuntut Umum Kejari Banda Aceh.

Penyelesaian perkara tersebut ditempuh melalui mekanisme restorative justice sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, setelah tercapai kesepakatan damai antara terpidana dan korban.

Kasus ini bermula pada Agustus 2019 ketika terpidana menawarkan satu unit rumah yang akan dibangun di Gampong Pango Raya kepada korban berinisial MYA dengan harga Rp320 juta. Terpidana menjanjikan pembangunan rumah selesai dalam waktu empat bulan setelah pembayaran uang muka.

Pada 17 September 2019, korban menyerahkan uang panjar sebesar Rp150 juta yang dibuktikan dengan kuitansi dan perjanjian jual beli. Namun, dana tersebut justru digunakan terpidana untuk membangun rumah milik pihak lain tanpa sepengetahuan korban.

Meski korban berulang kali meminta kejelasan, terpidana terus menjanjikan pembangunan rumah. Hingga akhirnya pada 22 September 2025, terpidana mengakui bahwa tanah yang sebelumnya dijanjikan kepada korban telah dijual kepada pihak lain. Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian sebesar Rp150 juta.

Dalam proses persidangan, upaya perdamaian diajukan setelah terpidana mengembalikan seluruh kerugian korban sebesar Rp150 juta, yang dibuktikan dengan kuitansi pembayaran tertanggal 9 Juni 2026.

Kejari Banda Aceh menyatakan pelaksanaan pidana kerja sosial tersebut merupakan implementasi KUHP Nasional yang mengedepankan pemidanaan yang lebih restoratif bagi perkara yang memenuhi syarat, tanpa mengabaikan pertanggungjawaban pidana pelaku.

Tags: Kejari Banda AcehPenipuan perumahanPidana kerja sosialRestorative JusticeTerpidana penipuan
Previous Post

Tekan Angka Putus Obat, Pemkab Aceh Besar Salurkan PMT untuk Pasien TBC

Next Post

KBRI Tokyo Pastikan WNI di Jepang Aman Usai Gempa M 7,1

Related Posts

Delapan Pelanggar Syariat Islam Dicambuk di Banda Aceh, Empat di Antaranya 100 Kali

by Riska Zulfira
15 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi cambuk terhadap delapan terpidana pelanggar Qanun Jinayat di Taman Bustanussalatin, Kecamatan Baiturrahman, Kamis...

Kejari Banda Aceh Tahan Oknum Dosen dalam Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh

by Riska Zulfira
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menahan seorang oknum dosen/pegawai IEP berinisial DD (55) dalam perkara dugaan tindak pidana...

Eksekusi Cambuk Terpidana Zina di Banda Aceh Sempat Terhenti, Dilanjutkan hingga 100 Kali

by Aininadhirah
17 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pelaksanaan hukuman cambuk terhadap terpidana zina berinisial HS di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Kamis (17/9/2026), sempat dihentikan setelah...

Next Post

KBRI Tokyo Pastikan WNI di Jepang Aman Usai Gempa M 7,1

DLH Aceh Besar Awasi Pengelolaan Limbah RSUD, Pastikan Patuhi Aturan Lingkungan

Discussion about this post

CERITA

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

Semalam Bersama Kanye West

25 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co