MASAKINI.CO – Perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional menjadi hal penting yang perlu dibangun orang tua dalam melindungi anak dari berbagai risiko, termasuk kekerasan seksual.
Trainer Parenting, Ustaz Nashihul Umam, mengatakan salah satu hal yang perlu diwaspadai orang tua adalah pola pendekatan terhadap anak yang dilakukan melalui pemberian perhatian berlebihan, hadiah, uang, maupun rasa empati yang membuat anak merasa nyaman dan diterima.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa terjadi ketika anak kurang mendapatkan perhatian dan ruang komunikasi di lingkungan keluarga.
“Pelaku-pelaku seperti itu biasanya memberikan perhatian, hadiah, uang, dan membuat anak merasa diterima. Karena itu, orang tua harus hadir memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada anak,” ujar Nashihul, Senin (24/8/2026).
Dalam pemaparannya, Nashihul juga menyinggung sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak yang disebut pernah terjadi di Aceh, termasuk kasus di Lhokseumawe dan Banda Aceh. Ia menyebut sejumlah kasus tersebut menjadi pengingat agar pengawasan dan perlindungan terhadap anak harus diperkuat.
Ia menilai, anak yang mengalami kekurangan perhatian dari keluarga dapat lebih rentan mencari penerimaan dari lingkungan luar. Karena itu, menurutnya, peran orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan anak.
“Jangan sampai kita membuat slogan ayah dan mamak bekerja untuk anak, tetapi yang pertama kali dikorbankan justru anak kita karena kurang perhatian,” katanya.
Nashihul juga menekankan pentingnya orang tua mengajarkan batasan tubuh atau physical boundaries kepada anak sejak dini. Anak perlu memahami bagian tubuh pribadi, mengenali sentuhan yang tidak pantas, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan ketika mengalami hal yang membuatnya tidak nyaman.
“Physical boundaries ini oleh orang tua, tolong dididik anak-anaknya. Anak harus tahu mana batasan tubuhnya dan berani bercerita ketika ada sesuatu yang mengganggu,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta orang tua tidak mengabaikan cerita anak, terutama ketika mereka menyampaikan pengalaman yang membuat takut atau tidak nyaman. Menurutnya, respons orang tua menjadi faktor penting dalam memberikan rasa aman bagi anak.
Ia juga mengingatkan agar anak yang mengalami perundungan atau merasa tersisih mendapat perhatian lebih dari keluarga. Dukungan tersebut diperlukan agar anak tidak mencari tempat nyaman di lingkungan yang berpotensi memberikan pengaruh negatif.
“Anak-anak membutuhkan pendampingan. Jangan biarkan mereka menghadapi masalah sendiri karena mereka membutuhkan tempat aman untuk bercerita,” kata Nashihul.










Discussion about this post