MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

BRIN Perkuat Pendekatan One Health untuk Cegah Wabah Usai Bencana

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
24 Agustus 2026
in Nasional
0

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pendekatan One Health sebagai strategi mendeteksi dan mengendalikan ancaman penyakit tular vektor dan zoonosis sejak dini, terutama pada situasi pascabencana. | Foto: Dok BRIN

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pendekatan One Health sebagai strategi mencegah munculnya wabah penyakit setelah bencana alam. Langkah ini dilakukan karena kondisi pascabencana dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit akibat perubahan lingkungan, sanitasi, hingga meningkatnya interaksi manusia dengan hewan.

Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Wahyu Pudji Nugraheni, mengatakan penanganan ancaman penyakit tidak dapat dilakukan hanya dari sisi kesehatan manusia, tetapi harus melibatkan aspek kesehatan hewan dan lingkungan.

RelatedPosts

571 Ribu Murid Terdampak Karhutla, Kemendikdasmen Perluas Pembelajaran Jarak Jauh

Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing untuk Dukung Pemadaman Karhutla

BMKG Petakan Kerusakan dan Kondisi Tanah Pascagempa M7,7 Flores

“Kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan hewan dan lingkungan. Pencegahan dan pengendalian penyakit membutuhkan surveilans, riset, kesiapsiagaan, dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Wahyu, mengutip infopublik.id Senin (24/8/2026).

Menurutnya, bencana seperti banjir, gempa, maupun longsor dapat memicu perubahan ekosistem yang berdampak pada meningkatnya potensi penyakit tular vektor dan zoonosis. Kondisi sanitasi yang buruk serta munculnya habitat baru bagi pembawa penyakit menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

BRIN menilai pencegahan tidak cukup dilakukan setelah kasus penyakit muncul. Surveilans dan riset harus diperkuat untuk membaca perubahan risiko sejak awal sehingga pemerintah dapat menyiapkan langkah mitigasi lebih cepat.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Ristiyanto, menjelaskan perubahan lingkungan pascabencana dapat memengaruhi penyebaran penyakit melalui peningkatan populasi vektor seperti nyamuk, lalat, dan tikus.

Karena itu, integrasi data penelitian, pemantauan lapangan, serta kebijakan berbasis bukti menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman wabah.

Dalam forum tersebut, sejumlah pihak turut membahas strategi penguatan One Health, termasuk Kementerian Kesehatan, BNPB, akademisi Universitas Syiah Kuala Aceh, serta organisasi profesi kesehatan.

Ketua Umum Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia (PEKI), Suwito, menekankan wilayah pengungsian menjadi salah satu area yang harus mendapat perhatian karena berpotensi menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit.

BRIN berharap pendekatan One Health dapat memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana sekaligus mencegah peningkatan kasus penyakit melalui kerja sama antara pemerintah, peneliti, akademisi, dan masyarakat.

Tags: BRINOne HealthPascabencanapencegahan wabah
Previous Post

Diduga Gelapkan Uang Transaksi Kios Rp68,6 Juta, Pemuda Asal Pidie Jaya Diamankan Polisi

Next Post

5.183 Mahasiswa Baru UIN Ar-Raniry Ikuti PBAK

Related Posts

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, BI Sebut Rekonstruksi Pascabencana Jadi Pendorong

by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi ikut menopang pertumbuhan ekonomi Aceh hingga triwulan II 2026 yang mencapai 4,86...

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Aceh Tamiang

by Ahlul Fikar
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Salman...

TNI Bangun Jembatan Aramco, Akses Warga Aceh Tamiang Pulih Pascabencana

by Redaksi
20 April 2026
0

MASAKINI.CO - Akses transportasi warga di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali normal setelah personel TNI dari Kodim 0117/Aceh...

Next Post

5.183 Mahasiswa Baru UIN Ar-Raniry Ikuti PBAK

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co