MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di sejumlah wilayah Aceh yang berlaku pada 26 Januari 2026. Kondisi tersebut masih tergolong kencang dan belum masuk kategori ekstrem.
Peringatan disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Aceh.
Prakirawan Stasiun Meteorologi SIM Aceh, Fitriana Nur, menjelaskan angin kencang dipicu oleh suhu muka laut yang relatif hangat di pesisir barat Aceh. Kondisi ini meningkatkan kandungan uap air di atmosfer dan memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat disertai hembusan angin kuat.
“Pemanasan permukaan yang cukup kuat dapat memicu terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, meski tidak terjadi merata di seluruh wilayah Aceh,” ujar Fitriana, Senin (26/1/2026).
BMKG mencatat, wilayah yang berpotensi terdampak angin kencang pada 26 Januari 2026 meliputi Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Sementara itu, untuk periode 27 hingga 28 Januari 2026, BMKG belum mendeteksi adanya potensi angin kencang maupun hujan lebat yang signifikan di Aceh.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Angin kencang berpotensi muncul bersamaan dengan hujan lokal akibat pemanasan kuat pada siang hari.
“Masyarakat diimbau berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara atau berada di area terbuka. Angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, gelombang tinggi di perairan, serta dampak lanjutan seperti banjir dan longsor di wilayah rawan,” tambahnya.









Discussion about this post