MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kemunculan fenomena El Nino di Aceh dalam waktu dekat, meski saat ini kondisi cuaca masih berada pada fase netral. Perubahan ini dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kenaikan suhu dan meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran lahan.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasyithah Az-zahra Lubis, menyebutkan berdasarkan analisis terbaru, Aceh berpeluang memasuki fase El Nino dengan kategori lemah hingga moderat.
“Saat ini masih netral, tapi ada indikasi menuju El Nino. Dampaknya biasanya berupa peningkatan suhu udara dan kondisi yang lebih kering,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
BMKG memprediksi puncak El Nino terjadi pada Agustus mendatang. Kondisi ini berpotensi memperparah kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, BMKG juga mencatat adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Aceh. Berdasarkan hasil pemantauan sensor MODIS (Satelit, Terra, Aqua, Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS mencatat sedikitnya sembilan titik panas di Aceh, dengan sebaran terbanyak di Aceh Selatan dan Aceh Jaya.
“Kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini,” kata Nasyithah.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi perubahan cuaca ini. Risiko kebakaran lahan, krisis air, hingga dampak kesehatan akibat suhu tinggi menjadi ancaman nyata jika tidak diantisipasi.
Masyarakat diminta lebih bijak dalam penggunaan air, mengurangi aktivitas di bawah paparan matahari langsung, serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi kering.
Selain itu, BMKG menekankan pentingnya akses informasi resmi sebagai langkah mitigasi awal.
“Pantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG dan kanal resmi BMKG Aceh agar masyarakat bisa mengambil langkah antisipasi lebih cepat,” tegasnya.









Discussion about this post