MASAKINI.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait sumber anggaran gaji bagi puluhan ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang saat ini tengah direkrut pemerintah.
Purbaya mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti dari mana sumber pendanaan gaji para manajer tersebut. Ia menegaskan, sejauh ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya digunakan untuk membiayai program koperasi dalam bentuk cicilan tahunan.
“Saya enggak tahu, tapi yang saya bayar ke koperasi kan hanya cicilan Rp40 triliun per tahun itu. Yang lain saya enggak tahu,” ujarnya saat ditanyai awak media di Ayana Midplaza Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026) lalu.
Menurutnya, pemerintah memang telah mengalokasikan anggaran besar untuk program Kopdes Merah Putih, namun belum ada penjelasan rinci apakah dana tersebut juga mencakup gaji manajer.
Purbaya menambahkan, pihaknya akan memastikan lebih lanjut terkait skema pendanaan tersebut, mengingat jumlah manajer yang direkrut mencapai puluhan ribu orang.
“Enggak tahu nanti saya pastikan, tapi saya yang tahu saya hanya bayar cicilan sekian puluh triliun setiap tahun sampai enam tahun ke depan,” katanya.
Diketahui, pemerintah saat ini membuka rekrutmen lebih dari 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih sebagai bagian dari program penguatan ekonomi desa. Para manajer tersebut nantinya akan bekerja di bawah naungan badan usaha milik negara (BUMN) dengan skema kontrak kerja tertentu.
Meski proses rekrutmen terus berjalan, skema penggajian masih menjadi perhatian publik, terutama terkait kejelasan sumber anggaran yang akan digunakan.









Discussion about this post