MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyoroti masih terbatasnya bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi dalam pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Aceh 2027 di Anjong Mon Mata, Kamis (23/4/2026) kemarin.
Dalam forum strategis tersebut, Mualem menegaskan bahwa bantuan yang selama ini disalurkan belum mampu menjawab kebutuhan pemulihan masyarakat secara menyeluruh.
“Bantuan yang ada saat ini baru cukup untuk kebutuhan makan. Sementara pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat masih membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.
Ia pun meminta pemerintah pusat meningkatkan dukungan, khususnya dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Mualem mengakui peran TNI dan Polri cukup membantu, terutama dalam pembangunan jembatan darurat yang mempermudah akses masyarakat di wilayah terdampak.
Keprihatinan juga disampaikan terhadap kondisi masyarakat di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses dan membutuhkan perhatian serius.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyebutkan Gubernur menilai dampak bencana turut memperburuk kondisi sosial ekonomi, terutama meningkatnya angka kemiskinan.
Saat ini, tingkat kemiskinan Aceh tercatat 12,22 persen, pengangguran terbuka 5,64 persen, dan pertumbuhan ekonomi 2,97 persen. Kondisi tersebut menjadi dasar penetapan target pembangunan 2027 yang lebih agresif.
Pemerintah Aceh menargetkan penurunan kemiskinan ke kisaran 9,0–10,60 persen, menekan pengangguran menjadi 4,30–4,45 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,9 persen.
Tema pembangunan Aceh 2027 pun difokuskan pada “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”.
Menurut Mualem, sebagai daerah rawan bencana, perencanaan pembangunan harus terintegrasi dengan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), agar pembangunan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mengantisipasi risiko ke depan.
Selain itu, Pemerintah Aceh menetapkan 10 prioritas pembangunan, di antaranya penurunan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi sumber daya alam, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan hidup.
“Melalui forum ini, kita harus memperkuat sinergi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegas Mualem.










Discussion about this post