MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah tegas dengan menutup BD Daycare atau tempat penitipan bayi yang terlibat dalam dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. Dari Kasus ini, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan satu lokasi, tetapi juga mengevaluasi menyeluruh sistem pengawasan daycare di kota tersebut.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menegaskan penanganan kasus akan dilakukan tanpa kompromi. Ia menyebut koordinasi intensif terus dilakukan bersama dengan berbagai instansi terkait, orang tua korban hingga aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh aspek, termasuk pidana, ditangani tuntas.
“Yang pasti sampai saat ini, saya terus berkoordinasi sama ibu wali kota kita. Kita akan menindak tegas, insya Allah nggak ada hal-hal yang harus kita tutupi. Semua hal akan kita tindak sampai tuntas,” ujarnya, Selasa (28/4/2026) malam.
Menurut Afdhal, peran kepolisian menjadi kunci dalam menindaklanjuti unsur pidana dalam kasus ini. Pemerintah kota, kata dia, akan memastikan proses hukum berjalan paralel dengan langkah administratif.
“Hal-hal yang terkait dengan pidana nanti kita minta backupnya dari kawan-kawan kepolisian. Yang pasti kami sangat prihatin terhadap hal yang terjadi hari ini,” katanya.
Ia menilai kejadian tersebut sebagai kegagalan pengawasan yang tidak boleh terulang. Pemerintah, lanjutnya, akan menjadikan kasus ini sebagai titik balik dalam memperketat kontrol terhadap seluruh daycare di Banda Aceh. “Karena ini yang selayaknya tidak harus terjadi di kota Banda Aceh. Tapi saya pastikan insya Allah ini adalah hal yang terakhir terjadi di kota kita,” tegasnya.
Afdhal mengungkapkan pihaknya telah turun langsung ke lokasi, namun daycare tersebut sudah tidak beroperasi saat didatangi. Meski demikian, pemerintah memastikan tempat tersebut akan ditutup secara permanen. “Untuk daycare yang bersangkutan, yang bermasalah ini akan kita tutup,” ujarnya.
Tidak berhenti pada satu kasus, Pemko Banda Aceh juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap izin dan standar operasional seluruh daycare. Ia mengakui masih ada celah pengawasan yang harus segera diperbaiki. “Besok akan segera lebih ekstra kami mengawasi daycare yang bersangkutan dan daycare lainnya,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah turut melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya. Afdhal menyampaikan permintaan orang tua agar identitas anak dalam video yang beredar dilindungi demi menjaga kondisi psikologis. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi serupa.
“Silakan speak up, karena kami akan mulai besok pagi menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat,” ujarnya, seraya menambahkan tim investigasi lintas dinas mulai dibentuk untuk mengumpulkan data dan mempercepat penanganan.










Discussion about this post