MASAKINI.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi di Aceh pada Mei 2026 mencapai 0,60 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti tomat, cabai merah, dan minyak goreng menjadi penyumbang utama inflasi selama periode tersebut.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan inflasi tersebut berdasarkan hasil pemantauan di lima kabupaten/kota, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Meulaboh.
“Pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,60 persen dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,27 pada April menjadi 114,95 pada Mei 2026,” kata Agus, Jumat (5/6/2026).
Selain secara bulanan, Aceh juga mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 5,12 persen.
Menurut Agus, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi baik secara bulanan maupun tahunan. Secara bulanan, kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dan memberikan andil 0,37 persen terhadap inflasi Aceh.
Sementara secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 6,89 persen dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi Aceh, yakni mencapai 2,59 persen.
BPS mencatat komoditas yang paling dominan mendorong inflasi bulanan adalah tomat, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan nasi dengan lauk.
Sedangkan komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan adalah beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin (SKM), dan tomat.
Secara wilayah, inflasi tahunan terjadi di seluruh daerah penghitungan inflasi di Aceh. Kabupaten Aceh Tengah menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi, yakni 6,09 persen. Sementara inflasi tahunan terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,99 persen.
Untuk inflasi bulanan, seluruh daerah penghitungan juga mengalami kenaikan harga. Kota Banda Aceh mencatat inflasi tertinggi pada Mei 2026 sebesar 0,93 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Lhokseumawe yang hanya mencapai 0,03 persen.
Data BPS menunjukkan kenaikan harga pangan masih menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Aceh, baik dalam jangka pendek maupun secara tahunan.










Discussion about this post