MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Juni 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Garuda Spark Hadir di Banda Aceh, Jembatani Talenta Digital Aceh dengan Industri

Riska Zulfira by Riska Zulfira
9 Juni 2026
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh akan menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSH) pada semester kedua tahun ini sebagai upaya mempertemukan talenta digital lokal dengan dunia industri, investor, dan berbagai peluang pengembangan usaha yang selama ini dinilai belum terhubung secara optimal.

Program tersebut digagas setelah Komdigi melihat besarnya potensi ekosistem digital di Banda Aceh yang tumbuh melalui komunitas, startup, dan perguruan tinggi, namun masih menghadapi tantangan dalam membangun kolaborasi dan memperluas akses ke pasar.

RelatedPosts

Pembuangan Sampah Sembarangan Masih Marak di Aceh Besar

Talenta Digital Banda Aceh Melimpah, Penyerapan Industri Masih Jadi Tantangan

Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan PKL di Kawasan Masjid Raya Secara Humanis

Perwakilan Komdigi yang mengampu program Garuda Spark Innovation Hub, Farhan mengatakan Banda Aceh memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi digital. Berbagai komunitas dan startup telah menjalankan beragam aktivitas dan inovasi, tetapi masih membutuhkan ruang kolaborasi yang dapat menyatukan seluruh elemen ekosistem.

“Kami melihat peluangnya besar. Aktivitas yang dijalankan komunitas, startup, dan kampus sebenarnya sudah cukup masif. Karena itu, Garuda Spark Innovation Hub hadir sebagai platform bersama untuk mengembangkan ekosistem startup, talenta digital, dan inovasi di Banda Aceh,” kata Farhan dalam kegiatan temu ramah dengan komunitas digital di Banda Aceh, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi pelaku ekosistem digital saat ini adalah belum terhubungnya berbagai pihak yang sebenarnya memiliki potensi untuk bekerja sama.

Melalui Garuda Spark, komunitas, startup, akademisi, pemerintah, hingga sektor swasta akan memiliki ruang untuk membangun program bersama, berbagi peluang, dan mengembangkan inovasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital daerah.

Sementara itu, Manager Telkom AI Center, Jurnalis, menilai kualitas sumber daya manusia digital di Aceh tidak kalah dibanding daerah lain. Banyak anak muda Aceh memiliki kemampuan di bidang teknologi dan kecerdasan buatan, namun belum memperoleh ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi tersebut di daerah sendiri.

Menurutnya, keterbatasan industri digital di Aceh membuat banyak talenta muda memilih bekerja secara freelance atau mencari peluang di luar daerah.

“Anak-anak muda Aceh sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat baik. Banyak yang memiliki skill digital, tetapi belum terserap secara maksimal oleh industri. Akibatnya, mereka mencari peluang sendiri melalui pekerjaan freelance atau harus keluar daerah untuk mengembangkan kariernya,” ujarnya.

Pelaku komunitas digital di Banda Aceh | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Ia menilai penguatan ekosistem digital tidak hanya bergantung pada peningkatan keterampilan, tetapi juga perlu dibarengi dengan terbukanya akses terhadap peluang kerja dan proyek-proyek digital.

Karena itu, pemerintah didorong untuk memberi ruang lebih besar kepada startup lokal agar dapat terlibat dalam berbagai kebutuhan layanan digital pemerintah.

“Ke depan, startup lokal perlu diberi kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam pengembangan sistem informasi, aplikasi, dan berbagai layanan digital lainnya. Potensi itu sebenarnya ada di Aceh,” katanya.

Dalam ekosistem tersebut, Garuda Spark Innovation Hub akan berperan sebagai penghubung antara talenta digital, dunia usaha, investor, akademisi, media, dan pemerintah melalui pendekatan kolaborasi pentahelix.

Kehadiran platform ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya kerja sama baru, membuka peluang usaha, sekaligus memperluas akses talenta lokal terhadap kebutuhan industri.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut kehadiran program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem digital yang selama ini tumbuh secara organik di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan saat ini terdapat ratusan komunitas dan ekosistem digital yang aktif di Banda Aceh. Namun aktivitas mereka masih tersebar dan belum memiliki pusat kolaborasi yang representatif.

Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Garuda Spark Innovation Hub akan difasilitasi di Gedung BAA kawasan Blang Padang sebagai pusat kegiatan komunitas digital, startup, dan talenta teknologi.

“Dengan adanya Garuda Spark Innovation Hub, komunitas dan startup memiliki tempat untuk berkumpul, berdiskusi, membangun inovasi, dan melahirkan usaha-usaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Zubir.

Tags: Ekonomi digitalGaruda Spark Innovation HubKomdigiKomunitas Digitalstartup Acehtalenta digital AcehTelkom AI Center
Previous Post

Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan PKL di Kawasan Masjid Raya Secara Humanis

Next Post

Talenta Digital Banda Aceh Melimpah, Penyerapan Industri Masih Jadi Tantangan

Related Posts

Talenta Digital Banda Aceh Melimpah, Penyerapan Industri Masih Jadi Tantangan

by Riska Zulfira
9 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Kualitas talenta digital di Banda Aceh dinilai terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Namun, terbatasnya industri...

Mulai 1 Juli 2026, Aktivasi Nomor Baru Wajib Registrasi Biometrik

by Ahmad Mufti
30 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah akan mewajibkan registrasi biometrik untuk seluruh aktivasi nomor seluler baru mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diterapkan...

Transformasi Digital Melaju, Indosat Ingatkan Ancaman Siber di Indonesia Kian Mengkhawatirkan

by Redaksi
28 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Percepatan transformasi digital di Indonesia dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan ketahanan siber perusahaan. Di tengah proyeksi ekonomi...

Next Post

Talenta Digital Banda Aceh Melimpah, Penyerapan Industri Masih Jadi Tantangan

Pembuangan Sampah Sembarangan Masih Marak di Aceh Besar

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...