MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, September 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Internasional

Zulkhairi Paparkan Riset Filologi Arab-Melayu di USIM, Temukan Jejak Hikayat Nabi Bercukur

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
3 September 2026
in Internasional, News
0
Zulkhairi Paparkan Riset Filologi Arab-Melayu di USIM, Temukan Jejak Hikayat Nabi Bercukur
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Kajian manuskrip Arab-Melayu kembali membuka ruang baru untuk menelusuri jejak intelektual Islam di kawasan Melayu-Nusantara. Hal tersebut mengemuka dalam presentasi hasil penelitian kolaboratif yang disampaikan Assoc. Prof. Dr. Zulkhairi Sofyan, dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Rabu (2/9/2026).

Presentasi tersebut merupakan bagian dari penelitian kolaboratif antara BSA FAH UIN Ar-Raniry dan Program Bahasa Arab dan Kesusasteraan Islam, Fakulti Pengajian Bahasa Utama (FPBU) USIM. Penelitian diarahkan pada pengkajian manuskrip Arab-Melayu, aksara Jawi, serta khazanah intelektual Islam yang berkembang di kawasan Melayu-Nusantara.

RelatedPosts

Harga Emas Banda Aceh Kembali Naik Usai Turun Drastis

Mobil Rental Digadaikan Rp16 Juta, Pria di Banda Aceh Jadi Tersangka

Kebakaran Lahan di Aceh Selatan Meluas, 19 Hektare Area Terbakar

Dalam forum tersebut, Zulkhairi bersama Prof. Dr. Rosni Samah dari USIM memaparkan perkembangan penelitian sekaligus mendiskusikan temuan dan pendekatan filologis yang digunakan dalam membaca manuskrip.

Manuskrip sebagai Sumber Sejarah Intelektual

Penelitian ini memandang manuskrip Arab-Melayu bukan sekadar benda peninggalan masa lalu. Naskah-naskah tersebut merupakan sumber primer yang dapat digunakan untuk memahami perkembangan pemikiran keagamaan, bahasa, sastra, pendidikan, dan jaringan intelektual masyarakat Muslim di Asia Tenggara.

“Melalui pendekatan filologi, penelitian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi dan inventarisasi naskah, deskripsi manuskrip, pembacaan teks, transliterasi, transkripsi, penyuntingan, hingga analisis isi dan konteks historis,” ujar Zulkhairi kepada masakini.co.

Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti menelusuri bagaimana sebuah teks lahir, disalin, ditransmisikan, dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Zulkhairi, kesamaan tradisi aksara Arab-Melayu atau Jawi antara Aceh dan Malaysia menjadi salah satu pintu masuk penting untuk melihat hubungan intelektual kedua wilayah.

Menemukan Hikayat Nabi Bercukur

Salah satu bagian menarik dari rangkaian penelitian tersebut adalah penelusuran koleksi manuskrip Arab-Melayu di Perpustakaan USIM.

Tim peneliti melakukan diskusi akademik, penelusuran koleksi, serta bedah manuskrip. Dari proses tersebut, ditemukan naskah yang memuat Hikayat Nabi Bercukur, salah satu teks keislaman yang dikenal dalam tradisi manuskrip Melayu-Nusantara.

“Keberadaan naskah tersebut membuka peluang penelitian lebih lanjut, terutama untuk membandingkannya dengan versi-versi manuskrip yang berkembang di Aceh maupun kawasan Melayu lainnya,” terang Zulkhairi.

Kajian komparatif dapat membantu peneliti menelusuri transmisi teks, variasi bahasa, karakter ejaan Jawi, pola penyalinan, serta kemungkinan hubungan intelektual antarkawasan.

Dengan cara itu, manuskrip dapat dibaca bukan hanya sebagai teks, tetapi sebagai rekaman perjalanan pengetahuan dari satu generasi dan wilayah ke wilayah lainnya.

Mengungkap Hubungan Aceh dan Semenanjung Melayu

Penelitian Filologi Arab-Melayu juga memiliki arti penting dalam mengungkap hubungan historis Aceh dan Malaysia.

Kedua wilayah memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam, bahasa Melayu, kesusasteraan, pendidikan, dan jaringan ulama. Sebagian jejak hubungan tersebut masih dapat ditelusuri melalui manuskrip yang tersimpan di berbagai lembaga.

Sebuah teks yang ditemukan di Malaysia sangat mungkin memiliki hubungan dengan tradisi penyalinan atau perkembangan teks yang berlangsung di Aceh. Demikian pula sebaliknya.

Karena itu, penelitian lintas wilayah diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan intelektual Melayu-Islam.

Mendorong Regenerasi Peneliti Filologi

Hasil penelitian tersebut juga membuka peluang pengembangan bahan akademik untuk mahasiswa dan peneliti muda.

Kajian mengenai aksara Jawi, teknik transliterasi dan transkripsi, penyuntingan teks, serta pembacaan konteks historis manuskrip dapat dikembangkan menjadi bahan pembelajaran maupun praktikum filologi.

Langkah ini dinilai penting mengingat pelestarian manuskrip tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap kondisi fisik naskah, tetapi juga membutuhkan generasi peneliti yang mampu membaca dan mengkaji kandungan intelektualnya.

Karena itu, penelitian manuskrip perlu berjalan beriringan dengan proses pendidikan, transfer pengetahuan, dan regenerasi peneliti filologi.

“Presentasi di USIM menjadi salah satu langkah untuk membawa kajian Filologi Arab-Melayu ke ruang akademik yang lebih luas, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan mengenai khazanah intelektual Islam di Aceh dan dunia Melayu-Nusantara.”

Tags: Bahasa dan Sastra ArabBSAFakultas Adab dan HumanioraUINUIN AR RANIRY
Previous Post

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, Mualem Minta Aceh Perkuat Mitigasi Bencana

Next Post

Polisi Tangkap DPO Curanmor Aceh Besar, Motor Diduga Hasil Kejahatan Diamankan

Related Posts

UIN Ar-Raniry–USIM Perkuat Kolaborasi Filologi, Siapkan Jejaring Manuskrip Melayu-Nusantara

UIN Ar-Raniry–USIM Perkuat Kolaborasi Filologi, Siapkan Jejaring Manuskrip Melayu-Nusantara

by Ahlul Fikar
3 September 2026
0

MASAKINI.CO — Kerja sama akademik antara Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) terus...

Manuskrip Al-Qur’an Aceh Berusia 180 Tahun Mulai Didigitalisasi

by Riska Zulfira
27 Agustus 2026
0

  MASAKINI.CO – Sebuah manuskrip Al-Qur’an peninggalan ulama Aceh yang diperkirakan berusia sekitar 180 tahun kini mulai didigitalisasi sebagai upaya...

Mahasiswa Disabilitas UIN Ar-Raniry Bella Salsabila Tembus Layar Lebar Film Nasional “Istimewa”

by Riska Zulfira
18 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO — Mahasiswa penyandang disabilitas Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Bella Salsabila, mencatat prestasi di dunia perfilman nasional....

Next Post

Polisi Tangkap DPO Curanmor Aceh Besar, Motor Diduga Hasil Kejahatan Diamankan

UIN Ar-Raniry–USIM Perkuat Kolaborasi Filologi, Siapkan Jejaring Manuskrip Melayu-Nusantara

UIN Ar-Raniry–USIM Perkuat Kolaborasi Filologi, Siapkan Jejaring Manuskrip Melayu-Nusantara

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co