MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Cegah Stunting dengan Kenali Penyebabnya

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
4 November 2022
in Daerah
0
Cegah Stunting dengan Kenali Penyebabnya

Illustrasi stunting. (foto: dok suara.com)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ruangan Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh pada pertengahan September 2022 lalu itu sedikit tegang tatkala Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, memaparkan kondisi stunting di provinsi paling barat Indonesia tersebut.

Gangguan tumbuh kembang pada anak yang lebih dikenal dengan istilah stunting ini, menurut Marzuki persoalan serius yang dihadapi Indonesia sekarang, tak terkecuali Aceh.

RelatedPosts

Ritel Modern di Banda Aceh Jual Makanan Siang Hari, Ayam Goreng Disita Petugas

Merokok di Tempat Terbuka Saat Ramadan, Musafir Ditegur Satpol PP WH Banda Aceh

Sore Ramadan, Warga Serbu Pasar Takjil Lambaro

“Provinsi Aceh termasuk yang memiliki prevalensi stunting tinggi di Indonesia,” katanya.

Di hadapan pejabat yang hadir dalam rapat Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Aceh tersebut, Marzuki meminta pemangku kebijakan lintas sektor untuk secara bersama terlibat upaya penurunan stunting di Aceh.

Kata Marzuki, jika sudah bekerja secara bersama-sama, dia optimis penurunan stunting di Aceh akan terjadi signifikan dalam dua tahun ke depan.

“Tidak ada alasan apapun. Jarak atau akses itu bukan alasan, segala upaya dan sumber daya harus kita manfaatkan dan berdayakan agar angka stunting di Aceh turun,” tegasnya.

Apa Itu Stunting dan Penyebanya?

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi, mengatakan stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang dipicu oleh minimnya asupan gizi dalam waktu cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Menurutnya anak yang mengalami gizi kronis ditandai dengan tinggi badan lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Sulasmi menyebut kekurangan gizi itu terjadi dari sejak bayi dalam kandungan hingga pada masa awal setelah lahir.

“Namun kondisi stunting baru kelihatan setelah bayi berusia 2 tahun,” ujarnya, Jumat (4/11).

Selain berpengaruh terhadap tinggi dan panjang badan, stunting beber Sulasmi, turut berefek memperlambat perkembangan otak anak. Dampak buruk lainnya, bisa membuat anak mengalami keterbelakangan mental.

Dia menjelaskan, stunting tersebut bisa terjadi akibat pola asuh sejak dari kandungan yang kurang diperhatikan orang tua sang anak. Di Aceh, ungkapnya, banyak masyarakat yang masih abai terhadap nutrisi bagi ibu hamil.

Seharusnya ibu hamil musti mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dan rutin memeriksa kehamilan ke puskesmas atau tempat fasilitas kesehatan lainya.

“Paling tidak pemeriksaan itu dilakukan 6 kali selama masa kehamilan,” katanya.

Kemudian setelah anak lahir, orang tua harus aktif membawa anak mereka ke Posyandu. Sebab, jika anak mengalami perlambatan pertumbuhan, bisa cepat dideteksi untuk kemudian diintervensi agar tak mengalami stunting.

Namun di luar persoalan penyebab stunting secara tak langsung, terdapat pola lain untuk mencegahnya lebih dini dengan melahirkan kebijakan; penyediaan air minum dan sanitasi yang layak, layanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi, serta peningkatan akses pangan bergizi.

Tags: Dinkes AcehKurang GiziSanitasiStunting
Previous Post

Akademisi UIN Ar-Raniry Presentasi Paper di Konferensi Internasional

Next Post

Tamiang Masih ‘Lumpuh’, Pasokan Logistik ke Aceh Terancam Kosong

Related Posts

Kasus Campak Ditemukan, Tim Vaksinasi Dikerahkan ke 9 Daerah Terdampak

by Riska Zulfira
19 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota guna mencegah penyebaran campak...

Sudah 1.300 Warga Terima Layanan Kesehatan di Aceh Utara

by Ulfah
12 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) mengerahkan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat...

ISPA dan Penyakit Kulit Jadi Keluhan Utama Pengungsi Pascabencana Aceh

by Riska Zulfira
20 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh mencatat sebanyak 10 jenis penyakit berpotensi terjadi di wilayah terdampak bencana di Aceh. Hingga 19...

Next Post
Tamiang Masih ‘Lumpuh’, Pasokan Logistik ke Aceh Terancam Kosong

Tamiang Masih 'Lumpuh', Pasokan Logistik ke Aceh Terancam Kosong

Nestapa Pasien Kritis Terjebak Banjir di Aceh Tamiang

Nestapa Pasien Kritis Terjebak Banjir di Aceh Tamiang

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co